Kapolsek Kota Singaraja Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma.
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja,balipuspanews.com — Jajaran Polsek Kota Singaraja berhasil mengamankan  minuman keras (miras) jenis arak bali sebanyak 120 liter di dua lokasi berbeda, dalam operasi miras.

Informasi dihimpun, miras jenis arak bali disita dalam operasi miras, digelar Polsek Kota Singaraja pada Sabtu (13/4) sekitar pukul 10.30 wita.

Nah, penyitaan ratusan liter arak bali ini tak lepas berkat bentuk kepedulian masyarakat melaporkan masyarakat adanya peredaran miras.

Berangkat dari laporan itu, tim Opsnal Polsek Kota Singaraja langsung menggelar operasi miras di beberapa titik wilayah Kota Singaraja.

Benar saja, polisi menemukan satu mobil pick-up melintas di sepanjang jalan Samratulangi, Kelurahan Penarukan.

Saat diperiksa, mobil tersebut diketahui dikemudikan oleh Wayan Ardika (43) warga Dusun Tegaha, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Ketika digledah, anggota menemukan satu jerigen arak bali dengan isi 30 liter.

Tak berhenti disana, anggota kemudian melakukan penyisiran di lokasi lain.

Kali ini, polisi kembali menemukan mobil pick-up dikemudikan oleh Nyoman Jiwa (37) warga Banjar Dinas Antapura, Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng sedang mengangkut tiga jirigen arak bali dengan isi masing-masing 30 liter, sehingga total 90 liter arak bali diamankan saat melintas di jalan Hasanudin, Kelurahan Kampung Kajanan, Buleleng.

Seijin Kapolres Buleleng, Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma, membenarkan pihaknya telah mengamankan dua pelaku pengedar miras di wilayah Kota Singaraja.

“Penangkapan berkat laporan masyarakat bahwasannya ada mobil pick-up mengangkut arak Bali. Selanjutnya, kami lakukan penangkapan terhadap kedua pelaku, termasuk barang bukti miras,” kata Kapolsek Wiranata, Senin (16/4) di Mapolsek Kota Singaraja.

Menurut Kapolsek Wiranata, genderang perang melawan maraknya peredaran miras merupakan intruksi langsung dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Jatuhnya korban jiwa akibat miras oplosan rupanya menjadi sorotan tajam, hingga Kapolri Jenderal Tito Karnavian langsung memerintahkan seluruh jajaran polisi di Indonesia untuk melakukaan penyitaan miras, utamanya yang tidak mengantongi izin penjualan.

“Ya, sesuai intruksi Kapolri, bercermin dari tewasnya sejumlah warga usai minum miras oplosan di Jawa. Kedua pelaku sudah diamankan. Selanjutnya, kedua pelaku dan barang bukti sudah dibawa ke Polsek Kota Singaraja guna proses pemeriksaan,” ungkapnya.

Pria denfan melati satu di pundaknya itupun mengajak seluruh komponen masyarakat untuk ikut peduli, dan mau berperan aktif membantu pihak kepolisian untuk memerangi peredaran miras di Buleleng.

“Jujur, kita (polisi) tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan dan peran aktif dari masyarakat.  Kita meyakini apabila masyarakatnya ikut berperan aktif, peredaran miras maupun penyalahgunaan narkoba dan obat obatan terlarang lainnnya bisa dicegah,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar...