Lahan Sekolah Disertifikatkan Desa Adat, Pansus Aset Sayangkan BPN

- Advertisement -
- Advertisement -

KARANGASEM, balipuspanews.com – Pansus Aset yang dibentuk DPRD Kabupaten Karangasem mulai menjalankan tugasnya. Kendati masih dalam tahap inventarisasi data, namun sejumlah persoalan mulai mengemuka.

Salah satu di antaranya adalah persoalan aset lahan sekolah. Pansus memperoleh informasi bahwa ada salah satu aset tanah sekolah dasar di Kabupaten Karangasem telah disertifikatkan oleh desa adat.

Pansus sangat menyayangkan adanya penyertifikatan lahan sekolah dasar tersebut, padahal keberadaan sekolah sangat penting bagi anak-anak untuk mengenyam pendidikan. Prosesnya pun dipertanyakan oleh pansus, bagaimana bisa BPN mengeluarkan sertifikat lahan bangunan sekolah tanpa adanya koordinasi dengan pemerintah.

“Kami dapat informasi bahwa ada lahan sekolah dasar disertifikatkan oleh desa adat. Ini bagaimana bisa BPN mengeluarkan sertifikat? Seharusnya sebelum mengeluarkan sertifikat, BPN berkoordinasi dahulu dengan dinas terkait, mengingat itu adalah lahan bangunan sekolah,” kata Ketua Pansus Aset DPRD Karangasem, I Wayan Sunarta, Jumat (15/5/2026).

Menurut Sunarta, persoalan aset sangat penting untuk didata secara menyeluruh, mengingat masih banyak aset pemerintah, baik aset bergerak maupun aset tidak bergerak, yang belum tercatat dengan baik. Seperti aset tanah sekolah misalnya, sejauh ini ada sekitar 95 lahan bangunan sekolah yang belum disertifikatkan oleh pemkab.

BACA :  Harumkan Nama Jembrana, Lima Siswa SMAN 1 Negara Raih Silver Medal di Malaysia

“Satu di antara 95 aset ini disertifikatkan oleh desa adat, sedangkan sisanya memang belum. Harapan kami pansus bisa berkoordinasi dengan tokoh adat agar aset tanah sekolah tersebut bisa diserahkan dan tercatat sebagai aset daerah,” tandasnya.

Sunarta juga menggarisbawahi, banyaknya aset sekolah yang dibangun di atas tanah desa adat dan belum menjadi aset daerah disebabkan karena dulu ada program pemerintah bernama Sekolah Inpres. Saat itu banyak desa adat memberikan lahannya untuk membangun sekolah, tentu tujuannya untuk mendekatkan akses pendidikan.

Namun demikian, pihaknya juga sempat mendengar bahwa beberapa atau sebagian tanah yang dipakai sekolah tersebut sudah ada penggantinya atau dilakukan tukar guling. Meski begitu, untuk jumlah maupun lokasi tanah yang sudah ditukar guling, pihaknya masih mengumpulkan data untuk memastikan lokasinya.

Penulis: Gede Suartawan
Editor : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular