Laka Lantas Beruntun di Shortcut, Pengemudi Mobil Box Terancam Jadi Tersangka

(dok) Laka lantas di jalur shortcut titik 5-6 Dusun Amerta Sari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng
(dok) Laka lantas di jalur shortcut titik 5-6 Dusun Amerta Sari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng

BULELENG, balipusanews.com – Laka lantas antara mobil box dengan mobil Sigra berlangsung di shortcut titik 5-6 tepatnya di Dusun Amerta Sari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Peristiwa tersebut kini ditangani Satlantas Polres Buleleng. Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Made Teja mengungkapkan, saat ini sopir mobil box yang tinggal di Wilayah Denpasar masih berada di Mapolres Buleleng untuk menjalani pemeriksaan.

Meski begitu hingga kini statusnya masih menjadi saksi, selanjutnya polisi masih memerlukan saksi lain yang melihat peristiwa laka lantas itu untuk dimintai keterangan.

Sementara ini sopir mobil box mengakui bahwa saat itu mobil yang dikemudikannya melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak bisa menguasai kendaraannya hingga oleng dan menghantam mobil lainnya.

“Masih didalami, Tapi selain adanya faktor kelalaian pengemudi, juga kemungkinan ada faktor lain dari kendaraan yang diduga menjadi penyebab kecelakaan,” terangnya, Kamis (28/01/2021).

Ditanya kemungkinan penetapan sopir jadi tersangka, ia mengatakan tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi terhadap pengemudi mobil box. Sebab jika ditetapkan sebagai tersangka, maka akan terancam dijerat Pasal 310 ayat (2) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), dengan ancaman hukuman pidana 1 tahun penjara.

“Itu semua tergantung dari hasil pemeriksaan tambahan dari saksi-saksi dan olah TKP nantinya,” jelasnya.

Disisi lain lima korban yang keseluruhannya merupakan penumpang dari Mobil Sigra DK 1573 IO saat ini masih dirawat di RSUD Buleleng. Sebelum terjadi kecelakaan tersebut mereka berencana hendak balik ke Denpasar usai berlibur di Lovina. Mobil yang dikendarai mereka pun merupakan kendaraan yang disewa di Denpasar untuk berlibur ke Buleleng.

“Mereka (korban) memang satu keluarga, saat itu mau balik ke Denpasar. Namun mereka terlibat laka. Kondisi mereka korban saat ini sudah membaik, hanya beberapa orang mengalami patah tulang. Yang lain hanya luka lecet dan bengkak pada bagian wajah akibat benturan,” paparnya.

Di pihak lain, Kepala Ruangan RSUD Buleleng tempat korban dirawat, Suandrayana mengungkapkan, untuk kondisi semua pasien lakalantas saat ini masih stabil. Namun diakuinya, ada 1 orang pasien yang merupakan korban lakalantas telah menjalani operasi oleh dokter bedah saraf.

“Dari 4 pasien semua terdiagnosa CKR dari pihak dokter. Artinya, ada gangguan pada kepala. Memang ada 1 pasien telah dioperasi kemarin oleh dokter (spesialis) bedah saraf. Sementara saat ini, kondisi pasien itu sudah mulai stabil,” tuturnya.

Pihak medis, sebut Suandrayana, akan terus melakukan observasi terhadap kondisi pasien korban lakalantas di jalur shortcut titik 5-6. Dan rencananya, ada 1 pasien yang masih anak-anak akan dioperasi juga, hanya saja masih menunggu hasil swab.

“Intinya kondisi korban stabil. Dan semoga kondisi mereka semua cepat membaik,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan