Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com – Kantor Imigrasi Singaraja terpaksa melakukan deportasi terhadap 19 warga negara asing (WNA) di tahun 2017 lalu.

Alasannya, belasan WNA itu kedapatan melanggar visa, sehingga Imigrasi harus memulangkan mereka ke negara asalnya.

Tercatat, sebelas orang WNA Tiongkok yang dideportasi. Ada pula dua WNA asal Jepang. Sementara enam orang WNA lainnya, masing-masing berasal dari Inggris, Rusia, Selandia Baru, Kanada, Denmark, dan Amerika Serikat.

Kepala Kantor Imigrasi Singaraja, Ngurah Mas Wijaya Kusuma mengungkapkan, belasan WNA yang dideportasi kedapatan melanggar peruntukan visa.

“Mereka kami temukan melanggar visa. Visa yang mereka kantongi itu visa kunjungan, tapi kami justru menemukan mereka bekerja. Itu sebagian besar kami temukan di wilayah Karangasem,” katanya.

Dari belasan WNA itu, tidak semua melanggar aturan visa. Adapula dua orang lainnya, melanggar aturan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS). Dua orang WNA itu berasal dari Kanada dan Denmark.

Selain melakukan deportasi pada 19 orang WNA, Kantor Imigrasi Singaraja juga sempat melakukan detensi pada tiga orang WNA. Masing-masing WNA asal Tiongkok, WNA asal Jerman, dan WNA asal Ukraina.

“Ketiganya terpaksa didetensi, karena tak mengantongi paspor. Setelah paspornya tuntas, mereka langsung dideportasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar...