Kepala Bidang ( Kabid) Pembangunan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (P2M) DPMD Provinsi Bali, Nengah Suta Maryana.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Tim evaluasi dan monitoring Provinsi Bali dipimpin oleh Kepala Bidang ( Kabid) Pembangunan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (P2M) Nengah Suta Maryana didampingi Biro Hukum Pemprov Bali turun melakukan cross chek terhadap pengurus BUMDes Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, mengurai permasalahan yang membelit BumDes tersebut.

Alhasil, tim menemukan permasalahan akut. Permodalan BUMDes menyusut drastis lantaran tidak dikelola dengan professional.

Pihaknya pun berjanji akan mendalami data yang didapat. Meski begitu, persoalan BUMDes bakal diselesaikan terlebih dahulu di tingkat desa.

“Keberadaan BUMDes pada prinsipnya harus terus berlanjut jangan sampai mati suri. Kita pasti berupaya semaksimal mungkin mencarikan solusi agar BUMDes terus berjalan,” kata Kabid Suta, Senin (21/10).

Imbuh Kabid Suta, menyehatkan kembali BUMDes Desa Patas akan membutuhkan proses dan waktu panjang.

“Kalau uang dipakai oleh pengurus, ya harus dikembalikan termasuk oleh masyarakat. Alternatif terakhir semua yang terlibat akan diproses secara hukum jika dalam rentang waktu yang diberikan tidak ada penyelesaian,” tegasnya.

Sementara, Plt Ketua BUMDes, Patas I Putu Suweca membenarkan terkait laporan fiktif penggunaan uang tanpa jaminan oleh oknum pengurus.

Mulanya, kata Suweca, ditemukan sejumlah dana BUMDes tidak bisa dipertanggungjawabkan. Lalu, diantara pengurus membuat kesepakatan agar uang yang hilang tersebut bisa dipertanggungjawabkan dengan membuat pengakuan hutang.

“Ada dalam bentuk pinjaman maupun kas bon.Tapi sejatinya mereka tidak menerima uang tersebut,” singkatnya.

Koordinator Tim Penyehatan BUMDes Amartha, Komang Widiartawan mengatakan, BUMDes Patas sedang sakit. Indikasi itu, sebut Widiartawan terlihat dari adanya laporan keuangan yang tersisa hanya Rp 21 juta dari total modal sebesar Rp 1 miliar.

Sakitnya BUMDes Desa Patas terungkap saat dibentuk tim sembilan (9) sejak bulan Juni lalu. Tim 9 terjun langsung melakukan penelusuran di lapangan hingga menemukan sejumlah keganjilan.

Sebelumnya, BUMDes Desa Patas diterpa masalah. BUMDes yang awalnya bermodal Rp 1 Miliar kini tinggal Rp 21 juta. Ironisnya, sejumlah pengurus diduga menilep dana BUMDes dengan melakukan peminjaman tanpa jaminan. Hal itu terungkap dalam musyawarah desa (Musdes) yang digelar oleh masyarakat desa Patas, Kecamatan Gerokgak di GOR Amartha Yudha, Selasa (15/10) lalu.