TABANAN, Balipuspanews.com – Menyadari pelestarian budaya Bali menjadi tanggung jawab seluruh komponen masyarakat Bali, sejak 1 Februari lalu manajemen DTW Jatiluwih memberlakukan kebijakan menarik. Yakni mewajibkan seluruh stafnya menggunakan busana adat madya. Hal tersebut diungkapkan Manajer DTW Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa, SE.

Ditemui dikediamannya di Desa Jatiluwih, Penebel pada Minggu (17/2) Sutirtayasa menyebutkan penggunaan seragam adat madya ini diwajibkan setiap hari. Seragam tersebut memang disediakan oleh pihak manajemen.

Ia mengatakan, penggunaan seragam adat madya ini juga bertujuan untuk mengajak seluruh stafnya untuk ikut berperan nyata dalam melestarikan budaya Bali. Sebaliknya, wisatawan pun diakuinya lebih menyukai tampilan ini. Tidak jarang wisatawan meminta staf DTW Jatiluwih khususnya para pemandu wisata untuk ditemani berswa foto.

Selain penggunaan busana adat madya, Sutirtayasa juga mengatakan para stafnya wajib menggunakan salam Om Swastyastu untuk menyapa wisatawan. Baik menyapa wisatawan domestik maupun wisatawan asing.

Kedepan imbuhnya, untuk semakin memperkuat identitas ke-Bali-an, pihak DTW Jatiluwih juga akan menggunakan bahasa dan huruf Bali pada rambu-rambu atau penunjuk arah diseputaran Jatiluwih. Terutama untuk penunjuk arah pada jalur treacking.

“Rambu-rambu berbahasa dan berhuruf Bali itu sedang kami persiapkan dan dalam waktu dekat segera kami pasang,” pungkasnya. (rah/bpn/tim)