Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Buleleng, Ketut Suparto. 
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dagprin) Buleleng menjamin stok gas elpiji di Buleleng aman selama perayaan Hari Raya Idul Fitri. Bahkan, bila terjadi kelangkaan Dagprin pun bersedia akan melakukan operasi pasar hingga ke desa-desa.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Buleleng, Ketut Suparto mengatakan dari 11 jumlah agen elpiji yang ada di Buleleng, per harinya mampu memproduksi hingga sebanyak 75 ribu Metric Ton gas elpiji. Tetapi, pihak pertamina pun telah memberikan insentif sebanyak 5 ribu matric ton gas elpiji sebagai langkah antisipasi selama Hari Raya Idul Fitri.

Namun bila terjadi kelangkaan, maka Disperindag sebut Suparto, akan segera melakukan operasi pasar hingga ke desa-desa.

“Dijamin aman ketersediaan gas elpiji selama lebaran. Kami sudah wanti-wanti dan tekan kan pada agen agar betul-betul memenuhi kuotanya sesuai kuota yang ada, yakni 75 ribu metric ton per hari,” jelasnya.

Pun dengan harga gas elpiji dijamin Suparto masih sangat stabil. Ia menyebut untuk harga gas elpiji melon 3 kilogram masih berada di kisaran Rp 16 sampai Rp 18 ribu per bijinya.

“Kalau harga masih stabil. Kemudian peningkatan penggunaan elpiji juga tidak begitu signifikan,” akunya.

Tak hanya menjamin ketersediaan gas elpiji, Suparto juga menjamin selama Idul Fitri ini, harga sembako dan stok relatif aman. Ia pun merinci sejumlah harga komoditas. Seperti bawang putih yang dipasaran kini dijual dengan harga Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogramnya.

Sedangkan harga bawang merah Rp 25 ribu, dan cabai merah Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogramnya. Hanya saja sebut Suparto, saat ini terjadi kenaikan terhadap harga ayam potong, yakni Rp 38 ribu per kilogram.

Harga tersebut berada diatas harga eceran tertinggi (het) yang normalnya Rp 32 ribu per kilogram. Pun terhadap telur ayam, hetnya Rp 23.500, namun saat ini dipasaran dijual seharga Rp 25.500 per kilonya.

“Memang dari dulu sebelum Idul Fitri harganya sudah segitu. Salah satu penyebabnya harga pakan naik, dan ongkos kirim. Sehingga dipasaran telur itu Rp 25.500. Telur ada di Buleleng, ada juga yang didatangkan dariBangli dan Tabanan. Kita di Buleleng kan penduduknya luas, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan sendiri,” tutupnya.