Legislatif dan Eksekutif Bahas Ranperda PDAM Tirta Mahottama

Bapemperda DPRD Klungkung bahas raperda PDAM Tirta Mahottama
Bapemperda DPRD Klungkung bahas raperda PDAM Tirta Mahottama

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Pelayanan PDAM Klungkung beberapa waktu belakangan ini, menjadi sorotan Publik. Bahkan Rabu (25/11) lalu, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) dengan Tim Produk Hukum Daerah (TPHD) menggelar rapat untuk membahas Ranperda tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Mahottama. Dengan ranperda ini, diharapkan pelayanan PDAM ke masyarakat semakin baik.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Bapemperda Gede Artison Andarawata tersebut,  sejumlah anggota dewan masih menyoroti kinerja PDAM Klungkung. Gede Artison yang kerap dipanggil soni tersebut,  menyinggung jaringan sumber mata air Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem yang seringkali mengalami kerusakan. Sehingga politikus Partai Demokrat itu menyarankan PDAM beralih ke sumber mata air lainnya.

“Sekarang Rendang, besok Rendang lagi,” ungkap Soni.

Sementara Ketua DPRD Klungkung AA Gde Anom yang hadir dalam rapat itu, ikut menanyakan PDAM dalam beberapa waktu ini sering alami gangguan, hingga keluhan pelanggan bermunculan di media sosial.

Politisi PDIP itupun, meminta PDAM lebih bersikap terbuka lagi. Apabila menemui kendala dalam pelayanan, agar segera dirembugkan dengan dewan.

“Mari sama-sama pecahkan. Dewan bukan menghakimi,” ujarnya.

Persoalan PDAM juga disampaikan Sekda Klungkung Gede Putu Winastra. Saat mengikuti rapat itu, ia menekankan agar apa yang disampaikan dewan bisa dijawab dengan kinerja oleh PDAM.

Direktur PDAM I Nyoman Renin Suyasa, Minggu (29/11/2020) menjelaskan, pihaknya memang berencana mengganti pipa HDPE yang sering putus di sumber mata air Rendang dengan pipa besi. Sehingga pipa lebih kuat, jika  terjadi tekanan balik air pasca gangguan listrik.

“Panjang pipa yang kerap putus sekitar 50 meter, dan penggantian pipa ini diperkirakan menghabiskan anggaran sampai Rp300 juta,” ujar Dirut PDAM Tirta Mahottama sabar.

Penulis/Editor : Roni/Budiarta