Senin, Oktober 26, 2020
Beranda Bali Jembrana Legislatif – Eksekutif Rapat Paripurna Maraton

Legislatif – Eksekutif Rapat Paripurna Maraton

NEGARA, balipuspanews.com – Meski ditengah pandemi Covid-19, pihak Legislatif dan Eksekutif menggelar Rapat Paripurna secara maraton, Senin (21/9).

Pada sesi pertama yang dimulai pukul 09.00 wita, rapat paripurna mengagendakan penjelasan Bupati Jembrana terhadap Ranperda tentang perubahan atas Perda nomor 10 Tahun 2019 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun anggaran 2020.

Sementara pada sesi kedua yang dimulai pada pukul 14.00 wita, rapat Paripurna yang juga melalui media Virtual dipimpin ketua DPRD, Ni Made Sri Sutarmi, Rapat paripurna mengagendakan Pendapat Bupati Jembrana terhadap Ranperda Inisiatif DPRD Jembrana tahun 2020.

Kedua agenda saat Rapat Paripurna itu, dipimpin oleh ketua DPRD, Ni Made Sri Sutarmi itu dihadiri langsung oleh Bupati Jembrana I Putu Artha serta para Asisten serta beberapa pimpinan OPD Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Terkait dengan Rapat Paripurna tentang penjelasan Bupati terhadap Ranperda tentang perubahan atas Perda nomor 10 tahun 2019 tentang APBD tahun anggaran 2020, pihak Legislatif menampilkan 5(lima) pembicara dari masing-masing Fraksi di DPRD yakni, Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Suastika Yasa, Fraksi Golkar, I Ketut Gama, Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya, I Ketut Sadwi Darmawan, Fraksi Demokrat Jaya, I Ketut Catur, serta Fraksi Kebangkitan Persatuan H. Moh. Yunus.

Dalam penjelasannya, Bupati Jembrana I Putu Artha terhadap Ranperda yang disampaikan oleh masing-masing Fraksi di DPRD dikatakan, APBD tahun 2020 sebesar Rp. 1.235.284.907.117,18 berkurang sebesar Rp. 14.604.484.890,59. Sehingga setelah perubahan menjadi Rp. 126.941.037.524,90. Ini terjadi di semua pos pendapatan seperti pos pendapatan asli daerah, pos dana perimbangan, pos lain-lain pendapatan daerah yang sah dengan besaran sebagai berikut yakni, Rp. 141.545.522.415,49 berkurang sebesar Rp.14.604.484.890,59 sehingga setelah perubahan menjadi Rp.126.941.037.524,90. Sedangkan pos untuk dana perimbangan Rp. 722.190.059.909,00 berkurang sebesar Rp. 92.800.178.104,00 sehingga menjadi Rp. 629.389.881.805,00 sedangkan pos lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp. 371.549.324.792,69 berkurang sebesar Rp.40.680.272.693,95 menjadi Rp.330.869.052.098,74.

Sementara terkait agenda Rapat Paripurna dengan agenda Jawaban Bupati terkait Ranperda tentang Perlindungan dan Pelestarian ternak Kerbau, Ranperda tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika serta Ranperda tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Perpustakaan.

Rapat Paripurna masa persidangan III Tahun Sidang 2019/2020 oleh ketua DPRDNi Made Sri Sutarmi, Bupati I Putu Artha dengan agenda penyampaian pendapat Bupati Jembrana terkait Ranperda inisiatif DPRD tahun 2020. Bupati Artha memberikan apresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada DPRD.

“Hal ini secara eksplisit menunjukkan bahwa dewan yang terhormat memiliki komitmen yang kuat untuk menjalankan fungsi legislasi yang diembannya sesuai dengan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Terkait dengan Ranperda tentang Perlindungan dan pelestarian ternak kerbau, kata Bupati Artha, kerbau memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan manusia terutama bagi masyarakat Bali khususnya Kabupaten Jembrana.

“Selain dimanfaatkan sebagai sumber kebutuhan daging dan membantu manusia dalam melaksanakan berbagai kegiatan seperti mengolah lahan dan mengangkut hasil bumi, kerbau juga dimanfaatkan sebagai sarana upakara/Yadnya yang dilaksanakan oleh umat Hindhu di Bali. Selain itu, di Kabupaten Jembrana kerbau memiliki nilai yang sangat tinggi karena digunakan untuk atraksi budaya adu balap dengan nama Mekepung,” terangnya.

Untuk Ranperda tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika, Bupati Artha, jika digunakan dengan benar, narkotika merupakan obat dan bahan yang bermanfaat di bidang pengobatan atau pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Sebaliknya, jika disalahgunakan atau digunakan tanpa pengendalian dan pengawasan yang ketat dan seksama, narkotika dapat menimbulkan ketergantungan yang sangat merugikan generasi muda.

“Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat meruntuhkan nilai-nilai budaya bangsa yang akhirnya dapat melemahkan ketahanan nasional. Di era digital dewasa ini penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat terjadi dengan lebih mudah dan telah menembus seluruh ruang kehidupan manusia tanpa mengenal batas usia dan waktu,” tegasnya.

Sementara Ranperda tentang Penyelenggaraan dan pengelolaan Perpustakaan, Bupati Artha dalam jawabannya mengatakan, tanpa adanya sumber daya manusia yang berkualitas tentu suatu bangsa tidak dapat bersaing dengan bangsa lain, apalagi pada era globalisasi seperti saat ini. Sumber daya manusia menduduki peran yang sangat penting dalam menentukan proses keberhasilan dalam pembangunan.

Untuk meningkatkan sumber daya manusia dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan meningkatkan minat baca masyarakat dengan menyediakan perpustakaan yang diselenggarakan dan dikelola dengan baik.

“Kami berpendapat, Ranperda tentang pengelolaan perpustakaan sangat kita butuhkan untuk mendukung upaya kita bersama dalam menyediakan layanan perpustakaan yang cepat, tepat, dan profesional bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of