I Nyoman Parta
I Nyoman Parta
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com–  Selasa (7/8/2019) merupakan pemilihan perangkat atau lembaga Desa Adat yaitu Majelis Desa Adat (MDA) yang akan diselenggarakan di Pura Samuan Tiga dimana di pura ini juga dilakukan pengesahan Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2018 tentang Desa Adat beberapa waktu lalu. Untuk itu, Legislator berharap agar yang terpilih nanti secara totalitas agar mengabdikan dirinya untuk Desa Adat.

“Besok pemilihan Bendesa Agung,  harapan saya selaku Ketua Pansuss Perda Desa Adat, mengingat  besarnya peran MDA didalam Perda Desa Adat, selain menjaga dan memajukan Desa Adat di Bali, MDA juga  berfungsi sebagai lembaga yang memberikan tuntunan dan sekaligus juga eksekutor  ketika Desa adat memiliki wicara adat,” kata I Nyoman Parta ketika dihubungi melalui sambungan WhatApp, Senin (7/8).Selain itu, Parta juga berharap agar majelis terpilih agar setidaknya memiliki delapan kreteria,  kemampuan, serta keberanian . Pertama, harus memiliki wawasan yang luas dan  mendalam tentang Desa adat. Kedua, memiliki kemampuan untuk tetap independen dalam memposisikan MDA. Sedangkan yang ketiga harus memihak kepada Desa Adat.

Kreteria selanjutnya yaitu keempat,  harus berani melawan tindakan intoleransi baik yang dilakukan oleh orang lain maupun oleh krama adat sendiri. Kemudian yang kelima,  MDA harus menjadi garda depan dalam melakukan pembaruan terhadap adat dan tradisi yang membuat orang Bali lambat berkembang.

Berikutnya keenam, MDA harus menjadi lembaga yang berperan dalam pembumian Pancasila, keindonesiaan dan menjaga kemajemukan atas toleransi.

Ketujuh, MDA harus membela dan melindungi Bali dari investor yang nakal,  yang bisa merusak lingkungan Bali. Dan yang terakahir MDA harus menyuarakan kepentingan desa adat bsik di daerah maupun ditingkat nasional bahkan intermasiinal.

” Itulah yang jarus dikuasai atau dimiliki bagi mereka yang terpilih menjadi prajuru MDA yang baru,” pungakas Parta.

Sementara secara terpisah Gubernur Bali I Wayan Koster berharap MDA terpilih agar bisa berkomitmen menjalankan Perda Desa Adat,  memiliki pemahaman tentang Desa Adat, serta mampu bersinergi baik dengan Pemerintah Provinsi Bali maupun kabupaten/kota di Bali.

“Urusan calon secara sepenuhnya saya serahkan kepada yang mulia, saya terima beres,” tegasnya.

Selain iu, Koster berkeinginan Bendesa atau Majelis agar tidak ikut dalam partai atau Independen. Dan selama menjabat tidak boleh ikut partai politik.

“Ya saya harap independen, tidak boleh ikut partai selama menjabat,” Koster mengakhiri (bud/bpn/tim).