Orok
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar,  balipuspanews.com – Mahasiswi berinisal D, ibu pembunuh bayi kembar masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Trijata Polda Bali.

“Setelah D ditangkap di rumah kerabatanya di Jimbaran, pelaku dibawa ke rumah sakit dan sampai sekarang kondisinya masih lemas. Belum bisa diperiksa,” kata Kapolsek Dentim AKP Nyoman Karang Adiputra didampingi Kanitreskrim Polsek Dentim Iptu Ario Seno Wimoko, Selasa (17/7).

Sampai saat ini,  pihaknya menduga kuat bayi kembar tersebut lebih dulu dibunuh lalu di buang ke lorong rumah kost.

Berita Terkait:

Mahasiswi dan Pacar Pembunuh Bayi Kembar Ditangkap

Penghuni Kost Digegerkan Temuan Orok Bayi Kembar

Berdasarkan hasil visum tim medis ditemukan luka di leher dan perut akibat senjata tajam.

Selain itu juga diperkuat dengan keterangan saksi yang juga tetangga kos pelaku sempat mendengar suara tangis bayi.

“Kalaupun hanya dibuang kemungkinan meninggalnya masih dalam kandungan. Tapi dari hasil visum diduga kuat bayi sudah lahir, tapi karena pelaku malu atau ingin menutupi aib maka anaknya dibunuh di kamar mandi dengan benda tajam,” bebernya.

Kapolsek mengatakan, kedua pelaku yang merupakan mahasiswa itu mengeksekusi bayi malang itu di dalam kamar mandi. Sedangkan tempat bayi itu dilahirkan masih dalam penyelidikan. “Kekasih dari D berinisial F yang kabarnya kabur ke kampungnya di NTT. Keduanya mahasiswa,” tegasnya.

Baca Juga: Sirine Tanda Bahaya Erupsi Gunung Agung Dipindahkan ke Radius 10…

Selain itu, penyidik juga sudah memasang jeratan pasal berlapis kepada pelaku yakni Pasal 341 KUHP, pasal 342 KUHP, pasal 343 KUHP tentang menghilangkan nyawa anak yang baru dilahirkan. Kemudian jeratan Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Apabila hasi penyidikan ada unsur perencanaan maka ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup,” ungkapnya.(pl/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...