Selasa, Februari 27, 2024
BerandaBulelengLepas dari Bui, Residivis Ini Sikat Sesari di Areal Pura Ponjok Batu

Lepas dari Bui, Residivis Ini Sikat Sesari di Areal Pura Ponjok Batu

BULELENG, balipuspanews.com – Seorang residivis berinisial Made SD alias Tabis,27, asal Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng terancam kembali menginap di hotel prodeo.

Sebab tersangka kembali ditangkap polisi dengan kasus dugaan pencurian sesari di Pura Ponjok Batu bersama Komang ST alias Kadek AE,21, asal Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng yang dikenal ditempat Tajen.

Kapolsek Tejakula, AKP Gede Sudiana, S.Sos mengatakan keduanya berhasil ditangkap di rumahnya masing-masing pada Rabu (8/2/2023) tanpa perlawanan. Terungkapnya kasus dugaan pencurian sesari yang telah dilakukan keduanya berawal dari adanya laporan dari pengempon pura yang pada Kamis (22/12/2022) sekitar pukul 09.15 WITA akan mengambil kotak sesari yang ada di Balai Pawedangan di dalam Pura Ponjok Batu.

Akan tetapi saat itu didapati gembok yang sebelumnya dipakai untuk mengunci kotak sesari telah rusak dan isi didalam kotak hanya tersisa Rp 1000. Sontak kedua saksi lantas mengecek rekaman CCTV yang ada didalam pura. Benar saja tampak ada orang yang masuk secara diam-diam lalu merusak gembok dan melarikan uang sesari.

BACA :  Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar Gelar Kegiatan Penguatan Transisi PAUD ke SD Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD

“Kita langsung lakukan penyelidikan lalu olah TKP dan melihat rekaman CCTV ternyata mengarah terhadap salah seorang residivis berinisial Made SD alias Tabis yang baru bebas sekitar 1,5 bulan lalu,” ungkap Kapolsek saat ditemui Jumat (10/2/2023).

Setelah berhasil menangkap tersangka Tabis polisi kembali mendalami dan meminta keterangan dari tersangka. Hasilnya satu nama tersangka yakni Komang ST alias Kadek AE berhasil ditangkap beberapa jam setelah tersangka Tabis memberikan informasi.

Keduanya lantas diperiksa untuk mengetahui cara melakukan perbuatannya. Ternyata kedua tersangka datang Rabu (21/12/2022) sekitar pukul 24.00 WITA ke Pura Ponjok Batu, Tabis bertugas masuk ke dalam pura melalui pintu samping atau pintu selatan lalu merusak gembok menggunakan sebuah tang dan mengambil uang sesari.

Sedangkan Kadek AE menunggu diatas sepeda motor miliknya tepat di jalan utama yang ada di sebelah selatan pura. Kemudian setelah sukses dengan aksinya kedua tersangka kabur menuju arah barat.

Atas kejadian tersebut pengempon pura telah sepakat melangsungkan ritual seusai kepercayaan umat Hindu. Akan tetapi untuk jumlah kerugian atau isi yang ada di dalam kota sesari tidak bisa ditaksir berapa jumlahnya.

BACA :  Dukung Kreativitas Anak, Bupati Sanjaya Buka Pawai Ogoh-Ogoh Mini Festival Ogoh-Ogoh Singasana Tahun 2024

Kini kedua pelaku yang disangka telah melakukan tindak pidana Pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 363 ayat (1) butir 4 dan 5 KUHP dengan ancaman hukuman 7 Tahun penjara.

“Mereka memiliki peran masing-masing alasan keduanya mencuri untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan uang yang dicuri telah habis saat keduanya ditangkap. Namun kerugian yang disampaikan pihak pura itu ada sekitar Rp 5 jutaan tapi kita masih terus dalami lagi untuk jumlahnya,” imbuh AKP Gede Sudiana.

Sementara itu, Tabis mengaku jika dirinya baru saja keluar dari penjara dan kenalan dengan Kadek AE saat di Tajen. Tabis saat itu tiba-tiba dikontak untuk melakukan pencurian namun rekannya tidak memberitahu lokasinya dan tanpa ragu dirinya yang tidak memiliki sepeda motor lantas ikut dengan cara dibonceng.

“Uangnya untuk makan sehari-hari, dapet sekitar Rp 250 ribu, semuanya habis buat makan. Temen saya yang jemput di kost, saya tidak tau ada uang disana tapi temen saya tau, saya dibonceng kesana karena tidak punya sepeda motor. Kenal di Tajen sama dia (Kadek AE),” pungkas Tabis.

BACA :  Turnamen Tenis Meja Meriahkan Peringatan HUT ke-236 Kota Denpasar

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular