Selasa, Februari 27, 2024
BerandaDenpasarLepas Sarjana Pertanian Unwar, Dekan Berharap Mampu Bawa Perubahan Ketahanan Pangan

Lepas Sarjana Pertanian Unwar, Dekan Berharap Mampu Bawa Perubahan Ketahanan Pangan

DENPASAR, balipuspanews.com – Ada pesan menarik disampaikan dekan fakultas pertanian universitas Warmadewa Denpasar, Bali Ir. Dewa Nyoman Sadguna, M.Agb usai Yudisium Sarjana LXV, Periode II Tahun 2021, Fakultas Pertanian (FP), Universitas Warmadewa (Unwar) di Denpasar, Jumat (21/5/2021). Sadguna mengharapkan sarjana pertanian mampu memberikan solusi ketersediaan pangan di masa pandemi Covid-19.

Dengan inovasi teknologi yang dipelajari selama kuliah, kata Sadguna, sarjana pertanian mestinya mampu membawa perubahan bagi penyediaan dan ketahanan pangan. Menurutnya, petani mampu berproduksi walaupun suasana seperti pandemi saat ini.

“Inilah yang kita tanamkan kepada para mahasiswa selama ini agar mereka itu menyadari dirinya bahwa mereka dituntut untuk mengabdikan ilmunya kepada keluarganya kepada masyarakatnya bangsa dan Negara,” kata Sadguna.

Lebih jauh demikian Sadguna, sarjana pertanian harus mengabdikan diri dan mampu mentransfer ilmunya kepada petani. Mengingat petani selama ini sangat awam di bidang pengembangan inovasi yang kreatif, dalam artian secara ekonomi menguntungkan dan secara ekologis tidak merusak lingkungan.

“Harapannya nanti mereka mempunyai apa namanya kemampuan di dalam menyampaikan kepada masyarakat sebagai Agent of think,” jelasnya.

BACA :  Padukan Budaya Tionghoa dan Bali , Ritual Imlek 2575 Digelar di Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada

Sadguna mengungkapkan secara kelembagaan, FP Unwar memiliki tanggung jawab besar agar mahasiswa mampu berdaya saing global sesuai amanah Visi FP Unwar untuk menjadikan lulusannya di bidang ilmu-ilmu pertanian yang bermutu, berwawasan ekowisata, dan berdaya saing global tahun 2034.

Makanya FP Unwar selalu mengupdate berbagai dukungan proses penyelenggaran tidharma melalui improvement kapasitas dan jumlah dosen, sarana prasarana pembelajaran, layanan tata kelola kelembagaan, baik yang akademik maupun non akademik, penciptaan suasana akademik yg kondusif, sampai kepada penyesuaian kurikulum yang mengikuti tuntutan stakeholders serta regulasi pemerintah.

Pada sisi lain, Sadguna berharap sarjana pertanian selalu mengasah soft skill yang anda miliki, karena keberhasilan hidup di dunia tidak hanya dengan modal hard skill semata, melainkan memerlukan bekal yang bersifat soft skill.

“Sumber belajar tidak hanya dari dosen ataupun di kampus saja, tetapi dari segala persoalan hidup dan ujian hidup, juga menjadi sumber belajar untuk kesuksesan,” papar Sadguna.

Penulis/Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular