Lestarikan Kesenian, Adat Dan Budaya Bali, BLK Bidang Kesenian Diresmikan DPR RI

Peresmian Gedung BLK di Desa Tegal Linggah, Kecamatan Sukasada
Peresmian Gedung BLK di Desa Tegal Linggah, Kecamatan Sukasada

BULELENG, balipuspanews.com – Bidang kesenian mulai menjadi perhatian yang serius di Kabupaten Buleleng. Pasalnya saat ini skill dalam berkesenian para pemuda atau pemudi mulai jarang bisa ditemui.

Maka melihat hal itu sebuah Balai Latihan Kerja (BLK) yang bergerak di bidang kesenian telah dibangun di bawah naungan Yayasan Asem Kembar Santi Ashram, tepatnya di Desa Tegal Linggah, Kecamatan Sukasada.

Peresmian BLK telah dilakukan Rabu (20/01/2021) secara langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Ketut Kariyasa Adnyana. Tujuan dibangunnya BLK tersebut selain untuk mencetak generasi muda yang nantinya akan memiliki skill di bidang kesenian khususnya gamelan, juga untuk melestarikan kesenian khas Bali, Budaya, dan adat istiadat di Bali.

Ketua Yayasan Asem Kembar Santi Ashram Desa Tegal Linggah, Jro Putu Darmana menyampaikan didirikannya BLK Kesenian ini tidak lain untuk menyasar generasi muda utamanya anak-anak di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk belajar sekaligus meningkatkan skill kesenian khususnya gamelan Bali.

Hal ini dipandang begitu bermanfaat sebab hampir setiap kegiatan yadnya di Bali tidak lepas dari adanya penggunaan gamelan. Sehingga pendirian BLK yang berasal dari bantuan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), nantinya akan sangat bermanfaat.

“Saat ini memang khususnya di Buleleng belum ada BLK mengkemas bidang kesenian, tapi kalau yang lain sudah banyak. Pembangunan sendiri dari Bantuan Kemenaker yang nilainya sebesar Rp. 500 juta. Tapi kami ingin bangunan yang nantinya bisa diwariskan jadi ini juga ada swadaya,” jelasnya.

Meski letaknya di Desa Tegal Linggah, Kecamatan Sukasada, bagi generasi muda yang ingin belajar atau berlatih dari manapun bisa ikut bergabung atau mengikuti pelatihan ditempat itu. Sebab tempat itu terbuka untuk umum sehingga siapa saja bisa ikut berlatih.

Ia pun menegaskan bahwa dengan adanya BLK Kesenian tersebut nantinya yang paling disasar yakni anak-anak. Dengan demikian hal ini juga sebagai bentuk ekstrakurikuler di luar pendidikan formal.

“Siapa saja yang mau ikut dipersilakan, tapi kami akan menyasar anak-anak sebab hal ini untuk diwariskan, tidak sementara. Kalau biayanya sudah tentu gratis, tapi nanti kalau ada yang secara sukarela bayar tidak apa,” tuturnya.

Dengan kondisi gedung yang sudah bagus dan tampak kokoh berdiri itu, masih ada beberapa keberadaan sarana dan prasarana masih terbatas. Khususnya masih ada beberapa item yang dirasa masih kurang, sehingga untuk melengkapi sarana dan prasarana yang ada. Pihaknya mengaku sudah sempat berbicara dengan I Ketut Kariyasa Adnyana.

“Masih ada gamelan dan beberapa item belum lengkap, namun kami sudah bicarakan dengan anggota Komisi IX DPR RI pak Ketut Kariyasa untuk bantuan melengkapi,” harapnya.

Disisi lain Anggota Komisi IX DPR RI, Ketut Kariyasa Adnyana yang turut hadir dan meresmikan gedung tersebut menyebutkan saat ini Bali dengan banyaknya masyarakat yang berada di usia produktif sudah tentu memiliki potensi besar sebagai sumber tenaga kerja serta memiliki skil khusus yang bisa di jadikan nilai tambah.

Baginya sebuah skill tidak monoton harus di bidang perbengkelan atau yang lain, bidang kesenian juga penting sebagai upaya pelestarian budaya Bali. Sehingga warisan budaya leluhur bisa dilestarikan dan bisa dicintai oleh generasi muda.

“Sudah barang tentu budaya harus diwariskan. Apalagi Bali sebagai Daerah Pariwisata dan Budaya, tentu generasi muda harus mencintai dengan cara memiliki keterampilan khusus di bidang kesenian,” ungkapnya.

Sehingga dengan mempunyai skill yang mumpuni, tentu nantinya akan bermanfaat bagi generasi muda untuk kehidupan kedepan. Maka adanya program ini, tidak lain salah satu program pemerintah model pelatihan dengan menyesuaikan pada masing-masing wilayah.

“Tidak hanya megambel, tapi nantinya ada juga pelatihan pembuatan banten dan pelatihan yang lainnya yang berhubungan dengan budaya di Bali. Tentu ini akan bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan