Gubernur Bank Indonesia, Gubernur BI Dr.Perry Warsiyo didampingi Causa Iman Karana(CIK) Kepala KPW BI.Denpasar dalam jumpa pera Konferensi International Bulletin Of Monetary Economics and Banking  di Hotel The Anvaya Beach Resort, Kuta, Bali,  Kamis (30/8). 
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar,  balipuspanews. com- Bank Indonesia (BI) melalui BI Institute kembali menggelar riset berstandar Internasional melalui  paper,  hal ini dilakukan untuk merumuskan kebijakan kedepannya.

“Pada konferensi kali ini melibatkan para  profesor yang menghasilkan paper bertaraf internasional. Dari 180 paper yang masuk, telah dipilih 60,” kata Gubernur Bank Indonesia, Gubernur BI Dr.Perry Warsiyo didampingi Causa Iman Karana(CIK) Kepala KPW BI.Denpasar dalam jumpa pera Konferensi International Bulletin Of Monetary Economics and Banking  di Hotel The Anvaya Beach Resort, Kuta, Bali,  Kamis (30/8).

Ia mengatakan dari 60 paper tersebut, 36  merupakan hasi riset dari Indonesia, dan 24 dari riset Internasional.

“Hasil riset dalam bentuk paper setelah dipresentasikan juga akan dipublikasikan pada Jurnal Bulletin of Monetary Economics yang baru dua diterapkan, ” jelasnya.

Menurut Perry, konferensi ini merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia dalam merumuskan kebijakan terkait pelaksanaan tugas dan sinergi bank sentral dengan pemerintah didasarkan pada kajian internasional.

“Sehingga di samping kita merumuskan bauran kebijakan, baik soal suku bung, nilai tukar, ekonomi syariah dan lainnya, kita lakukan sinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kita lebih baik. Kita upayakan berdasarkan kajian dan riset internasional,” ujarnya.

Disisi lain,  pada kesempatan itu juga disinggung mengenai hajatan politik yakni Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg)  2019 tidak mempengaruhi pengaruhi pertumbuhan stabilitas ekonomi.

“Stabilitas ekonomi akan tetap bertumbuh sekarang 4 sampai 5 persen begitu juga tahun 2019, ” katanya.

Pertumbuhan ekonomi ini disebabkan masih amannya sejumlah hajatan politik akibat kesadaran masyarakat Indonesia dalam berpolitik. (art/bpn/tim)

 

Tinggalkan Komentar...