Libur Panjang, Kodim 1609/Buleleng Siap Awasi Penerapan Prokes

Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto yang sekaligus menjadi Wakil Ketua Satu GTPP Covid-19 Buleleng
Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto yang sekaligus menjadi Wakil Ketua Satu GTPP Covid-19 Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Berlangsungnya libur panjang sampai awal bulan November dikawatirkan akan ada lonjakan wisatawan yang berlibur ke beberapa tempat wisata yang ada di Bali Utara. Mengantisipasi hal itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng mengaku akan berjaga di beberapa tempat yang menjadi pusat keramaian di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng agar bisa memastikan protokol kesehatan tetap dijalankan secara disiplin.

Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto yang sekaligus menjadi Wakil Ketua Satu GTPP Covid-19 Buleleng mengatakan bahwa sesuai kebijakan pemerintah provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng untuk memutus rantai penyebaran virus corona melalui disiplin protokol kesehatan.

Saat pelaksanaan libur panjang pihaknya bersama seluruh jajaran akan melaksanakan sekaligus memastikan beberapa wilayah di Kabupaten Buleleng yang berpotensi menimbulkan keramaian agar tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan.

“Tindakan pendisiplinan prokes juga merupakan instruksi dari Kodam IX/Udayana dan Korem 163 Wirasatya, jadi kami akan fokus melaksanakan penertiban pendisiplinan prokes di tempat tempat wisata restoran kemudian ditempat tempat yang berpotensi ada kerumunan,” jelasnya, Rabu (28/10/2020).

Lebih jauh Lisrianto menerangkan proses penjagaan secara maksimal akan dilakukan pusat-pusat wisata yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Penjagaan dilakukan merata, tidak hanya di wilayah perkotaan namun hingga ke desa-desa. GTPP Covid 19 yang merupakan gabungan Satpol PP, TNI/POLRI, dan Pecalang bekerja selama 24 jam penuh dengan membuat pos-pos penjagaan di beberapa titik pusat keramaian. Sehingga secara langsung yang melanggar disiplin prokes, maka akan ditindak sesuai dengan peraturan yang ada.

“Nantinya tindakan seperti yang dilakukan pelanggarannya kalau tak pakai masker ya kena denda tapi kalau ada tempat usaha yang tidak menerapkan prokes ya akan ada sanksi terhadap apa yang sudah dilakukan,” terangnya.

Dalam pelaksanaan operasi yang akan dijalankan pihaknya menargetkan agar Kabupaten Buleleng nantinya tidak lagi kembali ke zona merah akan tetapi setelah pelaksanaan diharapkan bisa menjadi zona hijau agar masyarakat bisa melaksanakan kesehariannya secara normal kembali.

“Targetnya khusus untuk wilayah Buleleng di libur panjang ini jangan sampai balik lagi ke zona merah, kalau bisa juga desember sudah hijau sehingga kehidupan masyarakat sudah kembali normal,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan