Lihat Figur Calon, Hanura Belum Tentu Total Berkoalisi dengan PDIP di Enam Kabupaten/Kota di Bali

Sekjen Hanura Pasek Suardika (tengah) diapit ketua DPC Hanura Klungkung Buda Parwata dan ketua DPD Hanura Bali Kadek Lolak Arimbawa disela peresmian kantor Hanura Klungkung yang baru.
Sekjen Hanura Pasek Suardika (tengah) diapit ketua DPC Hanura Klungkung Buda Parwata dan ketua DPD Hanura Bali Kadek Lolak Arimbawa disela peresmian kantor Hanura Klungkung yang baru.

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Dari enam kabupaten/kota di Bali yang menghelat Pilkada 9 Desember 2020 mendatang, Partai Hanura baru menyampaikan dukungan terbuka kepada pasangan PDIP di Karangasem Gede Dana- Artha Dipa. Sisanya di lima daerah masih menunggu respon masyarakat terhadap figur yang akan bertarung dalam hajatan lima tahunan itu.

Hal itu dikatakan Sekjen Hanura Gede Pasek Suardika, saat menghadiri peresmian sekretariat DPC Hanura Klungkung yang baru dijalan Anyelir Semarapura, Rabu (12/8/2020) sore.

“Jadi kita serahkan kepada daerah dulu. Mana yang dipilih. Kita lihat hasil survey, kita lihat keinginan masyarakat. Kombinasi dari ketiga itu baru kita menentukan pilihan yang mana,” kata Pasek Suardika.

Mantan anggota DPR RI yang dikenal vokal ini menegaskan, dalam menentukan pilihan, Partai Hanura bukan melihat partai pengusungnya.

“Yang kita lihat adalah figur yang diinginkan masyarakat. Bukan figur yang diinginkan partai,” kata Pasek.

Pun demikian, mantan wartawan senior ini memastikan dalam waktu dekat Hanura akan menentukan sikap.

“Sudah mulai mengkrucut. Ketua DPC dan ketua DPD sudah menjelaskan kepada pusat. Komunikasi politiknya panjang,” kata politikus yang dikenal dekat dengan Anas Urbaningrum itu.

Disinggung Hanura akan total berkoalisi di enam daerah dengan PDIP seperti di Karangasem, Pasek Suardika menjawab teka-teki.

“Apakah kita semuanya nyantol, atau sebagian besar nyantol, atau sebagian nyantol, itu masih belum tahu. Karena masih dinamis,” kata Pasek tersenyum.

Pasek menegaskan, dalam penentuan dukungan pasangan calon tidak dilakukan antar tingkat DPP.

“Semuanya pendekatan perkabupaten, perpilkada. Bukan partai. Setiap daerah punya masalah dan calon yang berbeda. Yang dipilih bukan partai. Tapi figur,” kata Pasek Suardika.

“Pasek menambahkan, karena dipilih figur maka Hanura tidak berkoalisi dengan Parpol. Kalau figurnya disukai masyarakat, maka Hanura hadir disana,” tegas Pasek.

Disinggung Hanura bisa cepat menyampaikan dukungan kepada pasangan calon Bupati dan calon wakil bupati di Karangasem, Pasek berdalih karena komunikasinya berlangsung cepat.

Pasek memastikan partainya akan memberikan dukungan kepada pasangan calon di daerah yang ada Pilkadanya meski partainya tidak memiliki kursi legislatif.

“Pilkada di enam daerah semua head to head. Suara Hanura sangat menentukan,” ujarnya meyakinkan.

Seperti diketahui partai yang didirikan Wiranto itu baru menentukan dukungan untuk pasangan Gede Dana- Arta Dipa di Pilkada Karangasem. Sikap partai Hanura tersehut cukup mengejutkan karena sebelumnya sempat mengatakan mendukung pasangan IGA Mas Sumatri- Sukerana.

PENULIS/EDITOR : Oka Suryawan