Rabu, Oktober 28, 2020
Beranda Bali Denpasar Lima Pemuda Flores Korban Penipuan Tenaga Kerja di Luar Negeri, Pengacara Minta...

Lima Pemuda Flores Korban Penipuan Tenaga Kerja di Luar Negeri, Pengacara Minta Polisi Periksa Bupati Flotim

DENPASAR, balipuspanews.com – Kasus dugaan penipuan bekerja di luar negeri yang dialami 5 pemuda asal Flores Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah diselidiki jajaran Satreskrim Polresta Denpasar. Para korban juga tampak didampingi pengacara dari Divisi Hukum dan Advokasi PENA NTT Bali.

Yang menarik, kasus penipuan tenaga kerja ini menyita perhatian pengacara senior asal Flores Timur (Flotim) yang tinggal di Jakarta, Petrus Bala Patyona.

Petrus bahkan sempat mendatangi Polresta Denpasar untuk memberikan dukungan kepada para korban, Senin malam (7/9/2020) malam. Para korban juga menceritakan seluruh kronologi yang terjadi hingga mereka merasa tertipu.

Dalam kasus ini, Petrus pun berharap agar penyidik tidak hanya memeriksa terlapor RSN tapi juga Bupati Flores Timur (Flotim). Pasalnya, selain terlapor RSN yang merekrut puluhan remaja ini dari Flores, Bupati Flotim juga harus diperiksa karena menandatangani dokumen kerja sama berupa MoU dengan para pihak lainnya.

“Turut membantu dalam hal ini adalah Bupati Flores Timur jadi harus segera diperiksa,” ungkapnya kepada awak media didampingi oleh advokat Yulius Benyamin Seran saat bertemu dengan para korban.

Petrus mengatakan dalam perjanjian, Bupati Flotim yang menyiapkan tenaga kerja untuk dikirim. Tapi ternyata lembaga yang mengirim itu pun tidak memiliki hubungan kerjasama dengan pihak di negara dimana dikirim.

Dia menduga adanya permainan besar dalam kasus ini. Dia juga menduga pihak yang merekrut megambil keuntungan besar per kepala remaja yang diduga menjadi korban.

“Terlepas apakah Bupati mendapat pembayaran atau honorarium, yang jelas kesalahan beliau adalah membuat surat perjanjian antara Pemda Flores Timur, LPK Darma, STIKOM Bali, dan BRI,” ungkapnya.

 

Petrus menghimbau agar pihak-pihak yang dilaporkan ini harus memberikan ganti rugi kepada para korban. Sebab, mereka diberangkatkan dari Flores, NTT ke Bali untuk tujuan magang ke luar negeri dan menyerahkan sejumlah uang kepada pihak perekrut.

“Nilainya capai puluhan juta rupiah,” terang Petrus.

Ia pun beranggapan bahwa para korban sudah diberangkatkan ke luar negeri dengan gaji Rp. 20 juta perbulan sebagaimana yang dijanjikan.

“Jadi kalau misalnya sudah 24 bulan di luar negeri bisa dihitung 24 bulan dikali Rp. 20 juta. Sekitar Rp. 400 juga perorang. Jadi kalau memang mau diselesaikan pembayaran gaji atau ganti rugi saja,” ujarnya.

Diberitakan, 5 pemuda asal Flores dijanjikan akan diperkerjakan di luar negeri oleh pihak perekrut yakni terlapor RSN. Tapi setelah sampai ke Bali mereka belum juga diberangkatkan. Bahkan sudah dua tahun lamanya, mereka hidup terlunta-lunta di Bali sehingga akhirnya melaporkan ke Polresta Denpasar.

Penulis : Kontributor Denpasar

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Mobil Terguling di Renon, Tidak Ada Korban Jiwa

DENPASAR, balipuspanews.com-Mobil Honda HRV terguling di Jalan Cok Agung Tresna Renon, Denpasar, pada Senin (26/10/2020) sore. Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa...

Kasus Pencurian Burung Tersangka Kampret Masuk Lapas, Polisi Tangkap Rekannya Wewek

DENPASAR, balipuspanews.com - Kadek Yasa alias Kampret,21, sudah menjalani vonis terkait kasus pencurian burung murai di Jalan Imam Bonjol, Gang Gunung Saba,  Desa Pemecutan...
Member of