Penumpang bersuhu tinggi diarahkan ke pos kesehatan pelabuhan.

GILIMANUK, balipuspanews.com- Pemeriksaan terjadi di Pos KTP Gilimanuk menemukan lima orang penumpang yang datang dari Jawa suhu tubuhnya tinggi.

Mereka kemudian diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di pos kesehatan pelabuhan.

Setelah pemeriksaan dipusatkan di Pos KTP semua penumpang baik pejalan kaki, bersepeda motor atau didalam mobil pribadi, angkutan umum dan truk selain diperiksa kelengkapan surat-surat dan identitasnya juga suhu tubuhnya.

Dari pemeriksaan terhadap mereka yang masuk Bali, petugas kesehatan yang memeriksan suhu tubuh menemukan ada lima orang yang mengalami demam dan suhunya 38 derajat.

Penumpang yang suhu tubuhnya tinggi ini empat diantaranya orang dewasa dan sartu orang Balita. Balita yang berusia 4 tahun ini mengalami demam dengan suhu tubuh 37, 7 derajat yang berasal dari Badung dan baru pulang dari Banyuwangi bersama orang tuanya.

Mereka berasal dari beberapa daerah di Jawa serta ada juga yang warga Bali namun baru pulang dari berkunjung ke keluarganya di daerah zona merah Banyuwangi.

“ Mereka ada yang menumpang angkutan umum serta ada juga yang mengunakan mobil pribadi/ Ada yang suami istri. Ada yang balita dan dua orang lainya laki-laki dewasa,” ujar seorang petugas Pos KTP.

Kelima orang dengan suhu tubuh tinggi dan menderita demam itu kemudian diantar untuk menjalani pemeriksaan di ruang isolasi sementara di kantor ASDP Gilimanuk.

Manajer usaha PT ASDP Indonesia Ferry Unit pelabuhan Gilimanuk Windra Sulistiawan ketika dikonfirmasi mengatakan dari Pemeriksaan di lapangan.

“Memang ada lima orang penumpang yang masuk Bali dengan suhu 27-38 derajat. Namun setelah di bawa ke screening pos kesehatan Pelabuhan ternyata suhu mereka normal 25-36 derajat.Tingginya suhu tubuh saat pemeriksaan di lapangan kemungkinan dipengaruhi suhu panas matahari,” ujarnya.

Sementara itu sejak pemeriksaan dijadikan satu di Pos KTP mulai Senin (30/3) lalu sudah banyak penumpang yang nasuk Bali dikembalikan ke daerah aslnya.

Mereka yang dikembalikan ini selain yang tidak membawa KTP dan KTP mati jugamereka yang beraal dari zona merah corona, “Dari alporan yang saya terima banyak yang dipulangkan. Mereka diantar sampai naik kapal,” ujar Bupati Jembrana I Putu Artha.

Menurut Artha untuk menyeleksi penumpang yang masuk Bali guna mencegah penyebaran virus corona semestinta lebih selektif dilakukan di pelabuhan Ketapang.

“Kita tidak melarang orang masuk Bali tapi harus jelas tujuannya dan jika dari daerah Zona merah kita larang datang ke Bali. Ini bentuk kesiapsiagaan kita untuk mencegah penyebaran covid-19.,” ungkapnya. (nm/bpn/tim)