Limbah Bonggol Pisang Disulap Jadi Produk Pangan Kaya Serat di Desa Batuan

- Advertisement -
- Advertisement -

GIANYAR, balipuspanews.com – Melimpahnya pohon pisang di Bali sebagai bagian penting sarana upakara adat ternyata menyisakan persoalan lingkungan berupa limbah organik. Salah satu bagian tanaman yang kerap terbuang ialah bonggol pisang atau “bungkil biu”, yang selama ini hanya dibuang ke sungai atau dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Melihat kondisi tersebut, tim akademisi dari Universitas Warmadewa menghadirkan solusi inovatif melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Inovasi Zero Waste di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Kamis (28/5/2026).

Program ini berfokus pada pemanfaatan bonggol pisang menjadi sumber pangan fungsional kaya serat yang bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.

Ketua Tim PKM Unwar, I Nengah Muliarta, mengatakan selama ini masyarakat masih memandang bonggol pisang sebagai limbah yang tidak layak konsumsi.

Padahal, hasil kajian menunjukkan bahan tersebut memiliki kandungan karbohidrat, serat pangan tinggi, dan antioksidan yang berpotensi diolah menjadi produk pangan alternatif.

“Fokus utama kami adalah mengedukasi dan mengubah pola pikir masyarakat dari ‘membuang’ menjadi ‘mengolah’. Dengan sentuhan teknologi pangan, potensi nutrisi yang terabaikan ini diangkat derajatnya untuk mendukung kemandirian dan ketahanan pangan tingkat rumah tangga,” ujarnya.

BACA :  Diduga Mau Melukat, Perempuan asal Sukawati Ditemukan MD di Pantai Purnama Gianyar

Dalam kegiatan tersebut, tim akademisi melibatkan kelompok ibu rumah tangga yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK Desa Batuan. Selain memberikan edukasi teori, tim juga melakukan pendampingan langsung terkait teknologi pascapanen dan pengolahan bahan baku secara higienis.

Akademisi bidang Kimia Terapan Unwar, Ni Luh Putu Putri Setianingsih, bersama mahasiswa turut mendampingi warga mulai dari proses ekstraksi serat, penghilangan getah, hingga standardisasi produk pangan.

Untuk meningkatkan kapasitas produksi masyarakat, tim PKM Unwar juga memperkenalkan dua teknologi tepat guna, yakni mesin Vacuum Frying dan Colloid Mill. Mesin Colloid Mill dimanfaatkan untuk menghaluskan serat bonggol pisang menjadi pasta atau tepung ultra-halus, sedangkan Vacuum Frying digunakan menjaga kandungan nutrisi tetap stabil selama proses pengolahan.

Melalui penerapan teknologi tersebut, bonggol pisang berhasil diolah menjadi berbagai produk pangan sehat, seperti tepung alternatif, bubur, dan minuman herbal tinggi serat.

Tak hanya fokus pada produksi, program ini juga memberikan pelatihan tata kelola usaha dan pemasaran digital kepada kelompok PKK Desa Batuan. Produk olahan yang dihasilkan didorong memiliki kemasan lebih higienis dan informatif agar mampu bersaing di pasar.

BACA :  Harumkan Nama Jembrana, Lima Siswa SMAN 1 Negara Raih Silver Medal di Malaysia

Ketua TP-PKK Desa Batuan, Kadek Dewi Sunastrini, mengapresiasi pelatihan yang diberikan karena membuka wawasan baru bagi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal.

“Ini menjadi pengetahuan dan keterampilan baru bagi kami dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar kami,” katanya.

Ia berharap inovasi pemanfaatan bonggol pisang tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan dan disebarluaskan kepada masyarakat lain sebagai bagian dari implementasi ekonomi sirkular berbasis desa.

Program yang didanai melalui skema internal Unwar ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi kreatif berbasis limbah organik sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat Bali.

Penulis : Ketut Catur
Editor : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular