LKPJ Disampaikan Lewat Teleconference

Sidang LKPJ

NEGARA,balipuspanews.com- Kewajiban untuk menyampaikan pertanggung jawaban saat wabah Covid 19 tetap harus dilakukan sesuai amanat undang-undang nomor 23 tahun 2014. Meski tidak bisa langsung disampaikan dalam sidang paripurna seperti biasanya, namun Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati Jembrana tahun 2019 tetap bisa dilakukan dengan Teleconference.

Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung jawaban Bupati Jembrana tahun 2019 dilaksanakan melalui video confrence di Ruang Executive Room setda kab. Jembrana,itu dilakukan Selasa (21/4), Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi wakil bupati I Made Kembang Hartawan, Sekda I Made Sudiada beserta beberapa kepala OPD dihadapan ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi dan anggota DPRD Jembrana menyampaikan pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat tahun 2019 menunjukkan hasil yang sesuai dengan perencanaan.

Salah satunya dari sisi pendapatan, realisasi pendapatan sebesar Rp.1.144.973.405.851,50 (satu triliun seratus empat puluh empat miliar sembilan ratus tujuh puluh tiga juta empat ratus lima ribu delqpan ratus lima puluh satu rupiah lima puluh sen) yang mencapai 99.06% dari target sebesar Rp. 1.155.878263.259,73.

Dengan pencapaian realisasi PAD (pendapatan asli daerah) sebesar Rp. 133.697.606.843,08 atau mencapai 99,13% dari target sebesar Rp. 134.868.289.469,40.Selanjutnya pada sisi belanja, realisasi belanja daerah padabtahun 2019 sebesar Rp. 1.158.626.942.900,69 atau mencapai 93,17% dari yang dianggarkan sebesar Rp. 1.243.566.281.505,86.

Pencapaian tersebut, menurut bupati artha tidak lepas dari kerjasama yang baik antara pihak eksekutif, legislatif, stakeholder dan seluruh elemen di kabupaten jembrana.

“Untuk itu atas nama pemerintah Kabupaten Jembrana saya sampaikan terima kasih banyak dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan segenap anggota dprd yang telah menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan secara optimal terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di jembrana” ujarnya. 

Di akhir pembacaan laporan, bupati artha mengakui bahwa pencapaian tersebut bukan tanpa kendala. “Untuk itu pandangan dan evaluasi pimpinan dan anggota DPRD akan kami jadikan sebagai bahan kajian,” ungkapnya. (nm/bpn/tim)