Logistik Warga Banjar Munduk, Disalurkan

Penyerahan bantuan logistik bagi warga peserta karantina di banjar Munduk desa Kaliakah
Penyerahan bantuan logistik bagi warga peserta karantina di banjar Munduk desa Kaliakah

NEGARA, balipuspanews.com – Warga banjar Munduk, desa Kaliakah, Negara yang menjalani karantina, sejak Jumat (3/7) mulai mendapat bantuan logistik.

Penyaluran bantuan logistik dari gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Jembrana untuk warga peserta karantina parsial dilakukan, Sabtu (4/7).

Bantuan yang diserahkan ketua gugus tugas Jembrana sekaligus Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Dandim 1617 Jembrana Letkol Kav Djefri Marsono Hanok berupa makanan dan perlengkapan dasar yang dibutuhkan sehari-hari seperti beras, mie instan, minyak goreng, gula pasir serta telur ayam.

Selain logistik untuk warga karantina, juga diserahkan alat APD bagi jajaran perangkat desa dan adat yang akan bertugas menyalurkan berbagai bantuan kepada warga dari rumah ke rumah selama karantina banjar berlangsung.

Kepala Dinas Sosial Jembrana, dr I Made Dwipayana mengatakan warga banjar Munduk yang menjalani karantina parsial sebanyak 292 KK dengan jumlah 990 jiwa. Bantuan yang diberikan itu Sumbernya dari Belanja Tak Terduga APBD Perubahan Jembrana tahun 2020.

Banyaknya bantuan disesuaikan dengan jumlah jiwa dalam 1 KK sehingga setiak KK mendapat bantuan dalam jumlah yang berbeda.

Untuk beras setiap orang mendapat jatah 5 kilogram selama 14 hari. Jika dalam 1 KK itu ada t 2 orang akan mendapatkan beras 10 kilogram.

“Sedangkan khusus telur karena sifatnya tidak tahan lama , kita salurkan bertahap,” ujarnya.

Sementara Bupati Jembrana I Putu Artha menyampaikan semua warga peserta karantina agar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 14 hari.

Sehingga seluruh tahapan karantina untuk memutus penyebaran virus covid-19 di banjar Munduk dan di desa Kalikah bisa diselesaikan dengan baik.

“Saya juga sudah perintahkan jajaran aparat did  adat disokong TNI/ Polri untuk melakukan pengawasan. Bantuan logistik ini, selain membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, juga agar mereka fokus menyelesaikan masa karantinanya sesuai protokol kesehatan. Kita semua berharap seluruh tahapan karantina dapat terselesaikan dengan baik dan dijalankan penuh disiplin,” ungkapnya.

Ia berharap penyaluran logistik dikerjakan secara serius, didistribusikan secara merata sehingga seluruhnya tersalurkan.

“Sebaik baiknya kita bekerja pasti ada kekurangan. Karena itu, segera sampaikan apabila ada kekurangan, jangan ribut- ribut. Saatnya kita sinergi bersama, saling membantu agar kondisi ini cepat selesai,” harapnya.

Agar pelaksanaan karantina tidak sia-sia, Artha meminta kesadaran warga untuk mematuhi seluruh tahapan karantina serta protokol yang ditetapkan.

“Kita semua tentu tidak berharap hal ini terjadi, karena dengan memilih opsi karantina berarti ada sejumlah pembatasan. Baik itu aktivitas ekonomi, sosial, adat serta sektor produktif lainnya. Namun ini semua kita upayakan untuk mencegah meluasnya penyebaran virus sekaligus melindungi warga, tidak hanya dilingkup desa Kaliakah saja tapi warga Jembrana keseluruhan,” jelasnya.

Jubir gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana dr. Gustu Agung Putu Arisantha mengatakan sebanyak dari 990 warga sebanyak 238 warga belum mengikuti rapid test.

Rapid test susulan nanti direncanakan digelar pada hari senin esok diikuti warga yang belum mengikuti rapid test pada tahap pertama.

Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan