Tamu wisatawan asing yang akan masuk keobyek Kertagosa beli tiket berputar nyebrang jalan
Tamu wisatawan asing yang akan masuk keobyek Kertagosa beli tiket berputar nyebrang jalan

SEMARAPURA, balipuspanews.com -Wisatawan asing yang akan masuk berkunjung ke obyek wisata Kertha Gosa, Kota Semarapura, Klungkung. Wisatawan mengeluhkan lokasi tiket masuk yang lokasinya agak jauh dari  areal monumen Puputan Klungkung.

Dari pantauan dilapangan tampak para wisatawan asing harus pergi memutar seraya menyebrang jalan hanya untuk mencari lokasi Loket tempat dijualnya karcis masuk ini.

sewa motor matic murah dibali

Karena mangkel wisatawan ini tidak mau bayar tiket apalagi mereka harus menyeberang jalan,hal ini yang diprotes mereka.

Malah ada wisatawan yang tidak mau bayar tiket. karena mereka mencoba menerobos masuk ,sehingga terjadi adegan tarik menarik antara wisatawan dengan petugas Tiket yang berkeliaran dijalan didepan  Kertha Gosa.

Kondisi ini sempat dikeluhkan langsung oleh Janet  salah seorang wisatawan asal Prancis. Dirinya memberi masukan sebaiknya lokasi loket untuk pembelian tiket masuk wisatawan ini bisa dipindahkan letaknya sehingga memudahkan tamu untuk mengakses tiket.

“ Saya bingung untuk membeli tiket harus memutar ,alangkah baiknya loketnya juga dipindah sehingga bisa dilihat wisatawan bahwa yang masuk harus beli tiket. Saya kira bisa masuk langsung ke obyek ,malah saya diminta karcis kan saya tidak enak hati dan malu,” terangnya dalam Bahasa Inggris.

Persoalan ini juga di sorot  anggota DPRD Klungkung saat rapat gabungan di gedung DPRD Klungkung, Selasa (11/6)lalu. Anggota DPRD Klungkung Sang Nyoman Putrayasa mengkritik, seharusnya guide lokal di Kerta Gosa tidak hanya menguasai satu bahasa saja yakni Bahasa Inggris. Namun harus juga menguasai bahasa asing seperti Bahasa Prancis, German, Belanda dan lainnya.

“Sehingga ketika ada wisatawan yang mengeluhkan lokasi tiket jauh, bisa memberikan penjelasan bahwa itu bagian dari Semarapura City Tour (kota wisata),” ujar Putrayasa..

Lebih jauh menurut politisi PDIP asal Desa  Nyalian, Banjarangkan, Klungkung ini, menyatakan ,dengan penguasaan bahasa yang lengkap ,diharafkan wisatawan akan mengerti sebelum masuk ke Kerta Gosa terlebih dahulu menikmati moment bersejarah di Monumen Puputan Klungkung, setelah itu baru masuk Kertha Gosa, kemudian melanjutkan mengunjungi obyek yang menjadi bagian dari city tour.

“Kami sempat dengar terjadi persoalan antara penjaga pintu masuk di depan Kertha Gosa dengan seorang wisatawan, kalau ini terus dibiarkan bisa mencoreng citra pariwisata itu sendiri, maka kemampuan guide untuk menjelaskan sangat penting,” terangnya.

Disisi lain Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Klungkung, I Nengah Sukasta, mengatakan mengenai loket tersebut sudah melalui hasil kajian.

“Kalau dibilang jauh ya jauh, kalau dibilang dekat ya dekat, itu sudah melalui kajian. Memang ada kadangkala tamu nakal yang tidak mau bayar tiket, bahkan sampai megebeg-gebegan. Fotonya juga ada saat tamu yang bersangkutan tidak mau bayar tiket,” ujar Nengah Sukasta tegas.

Disebutkan pula saat ini diobyek wisata di Kertha Gosa juga sudah ada alat penterjemah pelbagai bahasa terhadap keberadaan obyek Kertha Gosa dengan penjelasannya,

Terkait  tenaga guide lokal di Kertha Gosa, diakui dari 5 guide hanya seorang yang mengusai banyak bahasa yakni Bahasa Inggris, Jepang, Belanda, dan Prancis, sedangkan 4 guide lainnya hanya mengusai Bahasa Inggris.

“Kami sudah minta kepada guide itu agar mengusai gambar-gambar di Kertha Gosa, sehingga bisa menjelaskan kepada wisatawan dengan benar,”pungkasnya. (Roni/bpn/tim)