Jumat, Juni 14, 2024
BerandaBulelengLomba Berbasis Tradisi dan Budaya Diikuti Ratusan Kaum Milenial Buleleng

Lomba Berbasis Tradisi dan Budaya Diikuti Ratusan Kaum Milenial Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Lomba berbasis budaya dan tradisi yang digelar Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya Dinas kebudayaan Kabupaten Buleleng diikuti ratusan kaum milenial dari pemuda-pemudi, teruna-teruni di Kabupaten Buleleng.

Saat ditemui, Selasa (3/10/2023) Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Nyoman Wisandika menyebutkan dalam lomba tersebut, dari empat kategori lomba yaitu Masatue Bali, Macecimpedan, Baligrafi dan membuat wayang berhasil menarik minat ratusan generasi muda untuk ikut berpartisipasi.

Sehingga tujuan utama untuk menguatkan, mendekatkan, melindungi, dan melestarikan warisan budaya di Kabupaten Buleleng pada khususnya dan Bali pada umumnya bisa terealisasi.

“Lomba ini bertemakan keberlangsungan dan kebermanfaatan warisan budaya bagi kaum milenial itulah sasarannya,”jelasnya.

Disinggung dari peserta kaum milenial, Kadis Wisandika menegaskan di tengah gempuran kemajuan teknologi saat ini pihaknya bersama seluruh stakeholder berkolaborasi untuk memperkuat tradisi, kebudayaan Bali kepada generasi penerus khususnya para teruna-teruni yang nantinya sebagai pewaris dan melestarikan budaya Bali.

”Mungkin dengan gaya kaum muda sekarang kita terus dekatkan, pupuk rasa cinta akan budaya dan tradisi kita yang adiluhung. Kalau bukan kita yang melestarikan siapa lagi?,” imbuhnya.

BACA :  Dewan Klungkung Rekomendasikan Dinas Pariwisata Agar Benahi Pungutan Retribusi Wisatawan di Nusa Penida

Dijelaskan tujuan lomba ini dari kategori lomba membuat wayang dengan tokoh Yudistira, mantan Sekretaris BKPSDM ini menerangkan tokoh Yudistira ini melambangkan kebijaksanaan.

Hal ini yang menjadi landasan sikap harapan bagi kaum milenial di era sekarang zaman digital, zaman global untuk dapat berpikir, berkata dan berprilaku lebih bijaksana sesuai dengan tokoh pewayangan tersebut.

Sementara itu ditemui usai lomba mesatua Bali, I Gede Arya Waraspatika Nanda dari SDN 3 Tunjung Kecamatan Kubutambahan ini mengatakan motivasi dirinya ikut lomba agar dapat membanggakan orang tua dan sekolah dalam upaya melestarikan tradisi Bali khususnya mesatua Bali.

”Sebelumnya saya pernah mengikuti lomba sebanyak 2 kali di desa saya, dan kali ini saya ikut dengan membawa cerita Jayaprana dan Layon Sari, walaupun nantinya belum beruntung yang penting saya bisa tampil maksimal,” ungkapnya.

Siswa yang duduk di kelas 6 ini sangat didukung oleh orang tua dan para gurunya. Dalam mempersiapkan lomba setiap hari, dirinya latihan baik disekolah maupun pulang sekolah.

”Persiapannya sejak dulu, namun saat lomba kali ini mungkin karena banyak yang menonton agak grogi jadinya dan berusaha segera selesai lombanya,” pungkasnya.

BACA :  Ditreskrimsus Polda Bali Ringkus 5 Sindikat Penipuan iPhone Murah

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular