Peserta lomba keberaksaraan di Gianyar nanpak mendapat pengawasan dari tim penilai
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Gianyar, balipuspanews.com- Guna memotivasi warga belajar untuk meningkatkan kompetensi keberaksaraan, Pemkab Gianyar melalui Dinas Pendidikan menggelar Lomba Keberaksaraan Tingkat Kabupaten Gianyar Tahun 2018. Kegiatan perlombaan dibuka Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan Luar (PLS) dan Masyarakat, Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Ir. I Gusti Ngurah Rakawija di UPTD Satuan Pendidikan No Formal, Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Gianyar, Rabu, (11/7)

Kasi Tendik PLS dan Masyarakat, I Gusti Ayu Made Suardani, SH mengatakan, kegiatan lomba dilaksanakan selama tiga hari dari 11 sampai 13 Juli 2018, diikuti sebanyak 30 orang terdiri dari 24 warga belajar keaksaraan, dan 6 orang tutor dari 6 PKBM yang ada di Kabupaten Gianyar. Adapun jenis kegiatan yang dilombakan yakni, Lomba Calistung, Lomba Koran Ibu dan Lomba Sosiodrama.

Lebih lanjut  Suardani mengatakan, selain meningkatkan kompetensi keberaksaraan, kegiatan ini dimaksukan untuk membangkitkan semangat belajar penduduk dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pendidikan keaksaraan. Selain itu, juga sebagai ajang evaluasi keberhasilan kegiatan pembelajaran pendidikan keaksaraan.

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk apreisasi terhadap prestasi kinerja warga belajar, tutor, serta penyelenggara pendidikan keaksaraan di masing-masing PKBM,” tambah Suardani.

Sementara, Kepala Bidang Pendidikan Luar (PLS) dan Masyarakat, Dinas Pedidikan Kabupaten Gianyar, Ir. I Gusti Ngurah Rakawija menyebutkan,  muara dari lomba ini untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat yang kurang beruntung pendidikannya dan dapat diikut sertakan dalam perayaan Hari Aksara Internasional (HAI). Lomba Keberaksaraan Tingkat Kabupaten Gianyar ini dirasa sangat penting dalam upaya menumbuhkan minat kecintaan, dan kegemaran membaca, menulis dan berhitung sehingga dapat memperkaya pengalaman belajar dan pengetahuan bagi masyarakat. Sehingga, nantinya diharapkan dapat membantu mengembangkan kecakapan membaca, menulis, berhitung dan berkomunikasi.

“International Education Forum  tahun 2015, di bagian akhir kesepakatannya bahwa pendidikan itu tidak boleh meninggalkan satu orangpun di belakang. Untuk itu, Lomba Keberaksaraan ini akan dilaksanakan setiap tahun,” terang Gusti Ngurah Rakawija. (Rls/sur).

Tinggalkan Komentar...