Ilustrasi gedung sekolah. Sumber foto Merdeka.com
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

KARANGASEM, balipuspanews.com –  Tiga kecamatan dintaranya Kecamatan  Abang, Karangasem dan Rendang, menjadi prioritas dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karangasem untuk penambahan jumlah sekolah menengah pertama (SMP).

Diprioritaskannya ketiga kecamatan ini untuk rencana penambahan SMP baru dilatarbelakangi dengan banyaknya jumlah kelulusan SD yang akan melanjutkan ke jenjang SMP. Sementara daya tampung SMP yang ada, tidak sebanding dengan jumlah siswa yang lulus SD meskipun sudah menerapkan  sistem zona.

Untuk mengakomodir kelebihan siswa tersebut, Dinas Pendidikan terpaksa menumpuk siswa disejumlah SMP meski harus menggunakan sistem double shift yaitu sekolah pagi dan sekolah siang.

” Jumlah siswa SD yang lulus dengan daya tampung SMP tidak seimbang, sehingga untuk mengakomodir kelebihan itu perlu dibangun SMP baru,” kata,” Kabid SMP Disdikpora Karangasem, I Wayan Sarya,

Untuk sementara, agar siswa tetap bisa melanjutkan pendidikan, Disdikpora terpaksa menerapka double shift disejumlah SMP seperti di SMP 1 Rendang, SMP 1 Kubu, SMP 1 dan 2 Selat, SMP 1 Sidemen, SMP 1 Bebandem, SMP 1 Manggis, SMP 1 dan 2 Amlapura, serta SMP Negeri 1 dan 2 Abang.

Dijelaska  Sarya, dengan memakai sitem doble shift ini, di SMP bersangkutan bisa menampung hingga 200 sampai 300 siswa disetiap tahun ajaran barunya atau setengah dari jumlah oenerimaan siswa SMP yang tidak menerapkan sitem dounle shift.

Rencana pembangunan SMP baru inipun diamini oleh Gusti Ngurah Kartika, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga ketika dikonfirmasi media ini pada Rabu (15/5/2019).

“Ya memang ada rencana untuk membngun SMP baru diwilayah Abang,  Kota Karngasem dan kecamatan Rendang,” ujarnya.

Dijelaskan Kartika, selain upaya pembangunan sekolah baru, tekait dengan persoalan daya tampung sekolahnya yang terbatas, bisa juga nantinya hanya dilakukan dengan penambahan ruang kelas baru itupun jika sekolah yang bersangkutan masih memiliki lahanya. ( igs)

Advertisement
Loading...

Tinggalkan Komentar...