Ida Sulinggih selaku Tokoh Agama Hindu dan Komang Sri Marhaeni,S.Ag.,M.Si
Ida Sulinggih selaku Tokoh Agama Hindu dan Komang Sri Marhaeni,S.Ag.,M.Si
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, Balipuspanews.com – Menjelang 1 Juni (Hari Lahir Pancasila) RRI Denpasar menggelar diskusi dengan Tema ‘Budaya Keberagaman Sebagai Jiwa Kehidupan Toleransi.’ Diskusi tersebut diselenggarakan secara berkala, sebulan sekali.

Adapun yang menjadi narasumber di dalam diskusi tersebut, Ida Sulinggih selaku Tokoh Agama Hindu dan Komang Sri Marhaeni,S.Ag.,M.Si selaku Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Denpasar. 

Ida Sulinggih dalam diskusi tersebut menyampaikan bahwa menjaga keberagaman dalam perspektif Hindu adalah dengan menjalankan konsep Tri Hita Karana dalam hidup. Dengan menjalankan Tri Hita Karana menurutnya dengan sendirinya keberagaman dan toleransi itu dapat dijaga dengan baik.

Lebih lanjut, Komang Sri Marhaeni menghimbau agar anak muda harus menjadi tonggak utama dalam menjaga persatuan bangsa. Anak muda Bali khususnya selayaknya memiliki mental yang kuat untuk menjaga persatuan, meningkatkan pengetahuan keanekaragaman budaya, selalu merasa bangga akan budaya local dan menyaring budaya – budaya asing yang masuk ke dalam negeri. 

Diskusi tersebut menghadirkan mahasiswa dari berbagai Universitas sebagai peserta

dialog interaktif. Mahasiswa – mahasiswa yang hadir diantaranya dari Universitas Dwijendra, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Ngurah Rai dan STPBI Denpasar. 

Arya Gangga, Mahasiswa Universitas Dwijendra dalam diskusi tersebut menyampaikan bahwa Pancasila merupakan ideologi yang sangat tepat untuk mengakomodir seluruh keberagaman yang ada di Indonesia. Arya melanjutkan, jika ada kelompok – kelompok tertentu yang ingin merubah Pancasila sebagai ideologi bangsa maka orang – orang tersebut ingin merusak NKRI dan itu harus dilawan. Dan kita semua sebagai bangsa punya konsensus bersama untuk menjaga Pancasila. 

“Pancasila merupakan ideologi yang sangat tepat untuk menyatukan seluruh keberagaman di Indonesia. Karena itu, jika ada kelompok – kelompok tertentu yang ingin mengganti ideologi negara maka mereka ingin menghancurkan NKRI, karenanya harus dilawan. Mari kita jaga Pancasila.”, tuturnya.

Mahasiswa Universitas Dwijendra tersebutpun menghimbau agar Mahasiwa Indonesia secara khusus Mahasiswa yang ada di Bali, lebih proaktif untuk mengambil bagian di dalam menyelesaikan persoalan – persoalan bangsa dengan cara yang dapat dilakukan oleh Mahasiswa itu sendiri. 

“Mahasiswa Indonesia, secara khusus Mahasiswa di Bali mesti lebih proaktif di dalam menanggapi persoalan – persoalan bangsa, mendiskusikannya dan menemukan rumusan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.”, imbuhnya. (rls/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...