Kadis DLH Made Teja (tengah) bersama panitia aksi Makedas-kedas.
Kadis DLH Made Teja (tengah) bersama panitia aksi Makedas-kedas.
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com- Pemerintah Provinsi Bali melaui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali,  sangat mendukung aksi posistif dari Media Online Balipuspanews dalam perayaan HUT (Hari Ulang Tahun) ke-3 mengangkat giat aksi “Makedas-kedas” dari mata hati untuk mata air yang dipusatkan di kawasan Pura Batukaru, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan pada hari Minggu (10/11/2019) mendatang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup I Made Teja mengatakan pihaknya mendukung giat yang peduli terhadap lingkungan atau alam yang menjadi agenda tahunan media online balipuspanews. com, terlebih dalam aksi ini juga memperhatikan sumber mata air yang berada di kawasan Pura Batukaru.

Selain itu, kata Teja dirinya juga siap
membantu semaksimal mungkin dari giat ini, apalagi aksi ini sesuai dengan visi Gubernur Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” tentu dalam giat ini memperhatikan sumber mata air yang ada didalam visi tersebut yaitu Danu Kerthi dengan menjaga sumber mata air, baik dari kelestarian dan kebersihan lingkungannya.

“Kami akan membantu berupa pengadaan tanaman untuk kebun atau taman, tanaman untuk upakara, dan membantu mengkoneksikan dengan dinas pihak swasta untuk merekomendasikan ada giat terkait lingkungan,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Jumat (19/7).

Disamping itu, pihaknya juga terus konsen terhadap sampah lingkungan Bali dan dalam waktu dekat akan membuat sejenis aplikasi yang bersifat edukatif terkait penanganan sampah yang menggandeng generasi milenial agar melek dan peduli terhadap lingkungan dan dampaknya kedepan.

Disebut Teja dirinya mengapresiasi langkah peduli terhadap sampah atau lingkungan,  karena masalah lingkungan bukan tanggungjawab Pemerintah semata.

Namun, pihak swasta, pemerhati lingkungan, komunitas juga harus peduli terhadap  lingkungan.

Somoga aksi serupa juga banyak yang akan meniru, pasalnya makin banyak orang peduli terhadap lingkungan maka semakin terjaga alam Bali ini.

Seperti diketahui, momen aksi makedas-kedas yang jatuh pada bulan November mendatang juga bertepatan dengan hajatan Karya Agung “Pangurip Bumi” yang merupakan upacara terbesar di kabupaten Tabanan.

Untuk itu, lanjut Teja memontum ini merupakan mulia, disamping dapat melakukan mekedas, momen ini serangkaian dalam upacara, secara tidak langsung dapat melakukan langkah kecil namun bermakna besar terhadap lingkungan.

” Momentum ini merupakan sangat baik, terlebih ini merupakan upacara Pangurip Bumi, membangkitkan atau memberi spirit terhadap alam ini, sebelum upacara pangurip bumi dilaksanakan mari kita bersihkan dulu lingkungannya,” tandasnya. (bud/bpn/tim).