Maksimalkan Hasil Pertanian, Sebelas Kelompok Tani di Bangli Diberikan Bantuan Alsintan

Kelompok petani di Bangli mendapatkan bantuan Alsintan dan kartu BPJS
Kelompok petani di Bangli mendapatkan bantuan Alsintan dan kartu BPJS

BANGLI, balipuspanews.com – Pemerintah terus meningkatkan perhatian terhadap petani. Seperti di kabupaten Bangli, Kamis (5/11/2020). Sebelas kelompok tani mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) yang diserahkan Kepala Dinas PKP Bangli I Wayan Sarma mewakili Bupati Bangli I Made Gianyar di halaman Kantor Dinas PKP Bangli.

Selain bantuan Alsintan juga diserahkan kartu BPJS ketenagakerjaan kepada petani yang dilaksanakan secara simbolis

Dalam kesempatan itu, hadir pula Kepala Kantor BPJS Cabang Gianyar Bimo Prasetyo, Kepala Dinas Koperasi UMKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bangli Ni Luh Ketut Wardani beserta perwakilan petani yang menerima bantuan.

Kepala Dinas PKP Bangli I Wayan Sarma menyampaikan, kegiatan peyerahan bantuan Alsintan kali ini menyasar sebelas kelompok tani yang ada di Kabupaten Bangli.

“Sebelum bantuan diserahkan terlebih dahulu telah dilaksanakan pengecekan terhadap kelompok-kelompok tani yang akan menerima bantuan, di samping juga dilakukan penyelesaian administrasi baik proposal, keberadaan subak abian/kelompok tani masuk Simluhtan, dan pengajuan proposal difasilitasi oleh PPL masing-masing Desa,” sebutnya.

Sementara itu, kata Sarma, bantuan Alsintan yang diserahkan hari ini diantaranya berupa lima unit alat pompa air 5,5 PK, beserta enam unit hand sprayer yang diterima langsung oleh masing-masing kelompok tani.

Lebih lanjut dijelaskannya, adapun kelompok tani penerima bantuan hari ini diantaranya Kelompok Tani Bukit Barak Mesari, Subak Abian Jongkok Asu, Kelompok Tani Pelanting Mentik, Kelompok Tani Mekar Sari, Kelompok Tani Woh Abian, Subak Tembuku Kawan, Subak Penida, Kelompok Tani Merta Nadi, Kelompok Tani Merta Sari, Kelompok Tani Tabeng Sari, dan Subak Tibu Bolong.

Sedangkan Kepala Kantor BPJS Cabang Gianyar Bimo Prasetyo dalam sambutannya menyampaikan, Negara telah menunjuk BPJS untuk melindungi seluruh tenaga kerja. Baik itu, tenaga kerja di kantor maupun tenaga kerja yang bekerja untuk dirinya sendiri misalnya bekerja disektor pertanian, nelayan, dan perdagangan.

“Mereka juga berhak mendapatkan perlindungan, maka dari itu dibentuk 2 BPJS yakni BPJS Kesehatan (pesertanya seluruh masyarakat) dan BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Bimo Prasetyo

“BPJS Ketenagakerjaan diberikan amanah oleh pemerintah untuk melindungi seluruh tenaga kerja melalui program-program yang kami selenggarakan, dan hari ini kami serahkan secara simbolis kepada petani yang ada di Kabupaten Bangli. Dan peserta program BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Bangli yang sudah menerima kartu tersebut, dilindungi dalam dua program yaitu program jaminan kecelakaan kerja dan program jaminan kematian,” sambungnya.

Bimo Prasetyo menambahkan, karena ini merupakan program dari pemerintah tentu iurannya sangat murah, dan jauh berbeda dengan program komersil.

“Untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan hanya Rp. 16.800 per bulan, dan untuk tenaga kerja yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja akan mendapat santunan untuk ahli warisnya sebesar Rp. 42 juta. Dan apabila terjadi kecelakaan kerja dan mengakibatkan kematian maka mendapat santunan sebesar 48 kali upah yang dilaporkan,” sebutnya.

PENULIS : Komang Rizki

EDITOR : Oka Suryawan