Maksimalkan Pelaksanaan PTSL, Pemkab Buleleng Bersinergi Dengan Kantah

Wabup Sujitdra (kanan) saat menyerahkan potongan tumpeng kepada Kepala Kantah Buleleng (kiri)
Wabup Sujitdra (kanan) saat menyerahkan potongan tumpeng kepada Kepala Kantah Buleleng (kiri)

BULELENG, balipuspanews.com – Untuk terus bisa memaksimalkan pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Buleleng. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus bersinergi dengan Kantor Pertanahan (Kantah) Buleleng sebagai perpanjangan tangan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kemen ATR/BPN) RI di daerah.

Hal itu diungkapkan langsung Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat ditemui usai menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) tahun 2021 dan HUT ke 61 UUPA di halaman Kantor Pertanahan Kabupaten Buleleng, beberapa hari sebelumnya.

Dimana pada kesempatan tersebut Sutjidra menjelaskan melalui peringatan HUT ke 61 UUPA dan Hantaru tahun 2021 pihaknya berharap agar bisa menjadi momentum untuk mempercepat kejelasan hukum dari tanah masyarakat.

Baca Juga :  Berkolaborasi dengan Vidio, Telkomsel Menggelar Program Literasi Video di SMKN  4 Denpasar

Percepatan tersebut bisa dilakukan melalui melalui pelaksanaan PTSL untuk masyarakat. Bahkan Pemkab Buleleng sangat mendukung guna untuk terus memaksimalkan upaya dari Kementerian ATR/BPN RI melalui Kantah Buleleng dalam pelaksanaan PTSL.

“Kita sebar jajaran dari tingkat desa hingga di kabupaten untuk menyukseskan PTSL di Buleleng,” jelasnya.

Sebelumnya Wakil Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini juga mengapresiasi keberhasilan Kantah Buleleng menyelesaikan konflik agraria di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bisa memicu semangat dari seluruh jajaran Kantah Buleleng untuk menyelesaikan urusan pertanahan di Buleleng. Mengingat, konflik agraria di Desa Sumberklampok sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, bersamaan dengan lahirnya UUPA.

“Mudah-mudahan ke depan ini menjadi motivasi jajaran Kemen ATR/BPN khususnya di Kabupaten Buleleng untuk lebih giat lagi berinovasi, berkreasi sehingga semua tanah yang menjadi sengketa itu bisa diselesaikan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pupuk Rasa Kekeluargaan, Pimpinan OPD di Buleleng Diajak "Megibung"

Disisi lain, saat dikonfirmasi langsung, Kepala Kantah Buleleng I Komang Wedana menyebutkan perkembangan PTSL memang sudah sangat banyak di Buleleng. Namun, karena adanya PPKM dan juga pandemi Covid-19, koordinasi serta komunikasi menjadi sedikit terhambat. Upaya penyelesaian tetap dilakukan melalui daring. Sampai saat ini, sudah tercapai 40 persen untuk pemberkasannya.

“Sedangkan target lainnya sudah jauh lebih tinggi dari itu. yang sudah terbit itu sekitar 2000 an sertifikat,” sebutnya.

PTSL saat ini juga merupakan lanjutan dari PTSL tahun sebelumnya. Jadi, bukan hanya permohonan pertama kali. Dengan kata lain, merupakan dorongan. Dorongan dalam artian di tahun sebelumnya dilakukan pengukuran, pemetaan, setelah itu sertifikasi saat ini dilanjutkan tahun ini. Pada tahun ini, targetnya tidak ada dari permohonan pertama melainkan hanya dorongan.

Baca Juga :  Puncak Perayaan HUT ke-529 Kota Tabanan Dimeriahkan dengan Penampilan Para Seniman

“Jumlahnya ada 18.000 bidang tanah dengan 150 bidang tanah yang diarahkan ke pertanian. Jadi, khusus untuk pengembangan pertanian,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan