Toko terbakar

NEGARA,balipuspanews.com- Musibah kebakaran kembali terjadi di desa Banyubiru, Negara. Kali ini yang dilalap si jago merah adalah toko palen-palen yang berada di banjar Berawan Salak, desa Banyibiru.

Kebakaran yang terjadi pada saat masih suasana malam Siwaratri itu diketahui pertama oleh Ketut Wijanawati,46, pada Jumat (24/1) pagi sekitar pukul 03.00.

Saat itu Wijanawati yang terbangun kaget mendengar suara letupan seperti ada yang berbakar. Karena penasaran Wijanwati kemudian keluar rumah untuk mengetahui suara letupan kebakaran itu berasal dari mana.

Ketika sampai diluar ibu rumah tangga yang sehari-hari sebagai pedagang itu kaget melihat api sudah membesar melalap toko Dana Agung yang berada disebelah utara rumahnya.

Melihat toko milik AA KD Sumerta Dana, 50, didekat rumahnya terbakar, Wijanawati kemudian membangunkan suaminya I Made Sukadana,60,.

Pensiunan pegawai BUMN itu lalu membangunkan keluarganya dan mereka berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air menggunakan selang agar tidak merembet kerumahnya.

Warga lainya yang mengetahui ada kebakaran juga ikut berusaha memadamkan api serta menghubungi pemadam kebakaran Pemkab Jembrana. 4 unit mobil pemadam kebakaran kemudian meluncur ke lokasi.

“Saat kami tiba api yang membakar memang sudah besar,” ujar Kasi Pemadam Kebakaran Satpol PP Pemkab Jembrana Kade Bagus Darmawan.

Karena api sudah membesar melalap bagunan dan isi toko, petugas pemadam harus berusaha keras untuk memadamkanya.

Mobil pemadam juga harus berkali-kali mengisi kembali air untuk memadamkan api. Baru setelah dua jaln berusaha dan 12 tangki air dihabiskan akhirnya api berhasil dijinakan. Namun sebagian besar bangunan toko beserta isinya sudah ludes dilalap api.

“Kerugianya ditafsir sekitar Rp.250 juta dan penyebab kebakaran itu diduga karena korsleting listrik,” ujarnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogi Pramagita, menambahkan, akibat kebakaran yang meludeskan bagunan dan isinya seperti sertifikat tanah, BPKB sepeda motor dan mobil, perhiasan emas , uang dan pakaian, barang dagangan seperti rokok, obat-obatan dan sembako ludes itu pemilik toko mengalami shok dan harus dilarikan ke RSU Negara.

“Kerugian pastinya belum bisa diketahui karena pemilik toko masih shok,” tambahnya. (nm/bpn/tim)