Maling 51 Ekor Bebek Dikandang Dibekuk Polsek Mengwi

Penangkapan spesialis maling bebek
Penangkapan spesialis maling bebek

MENGWI, balipuspanews.com – IKW alias E alias Doble alias Kacir,37, kini meringkuk ditahanan Polsek Mengwi. Pria ini adalah spesialis maling bebek dan diciduk di Jalan Mawar, Desa Gerokgak, Tabanan, pada Senin (28/12/2020).

“Tersangka mengaku telah beraksi di 17 TKP. Dia spesialis maling bebek,” ungkap Kapolsek Mengwi, AKP Putu Diah Kurniawandari, Selasa (29/12/2020).

Dijelaskannya, kasus pencurian bebek ini terjadi di Subak Lepud Munduk Ngabetan, Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (23/12/2020) sekitar pukul 05.00 Wita. Pemiliknya yakni IWBS,46, sudah melaporkan kejadian ke Polsek Mengwi.

Dalam laporan korban mengaku kehilangan 51 ekor dari 640 ekor bebek di dalam kandang. Sebelumnya semua bebeknya itu sudah dimasukkan ke dalam kandang, pada Selasa (22/12/2020) pukul 18.00 Wita.

Menerima laporan korban asal Banjar Dinas Kekeran, Kecamatan Mengwi, Badung, Tim Opsnal langsung menyelidiki dan pelaku mengarah ke E. Residivis ini diketahui tinggal di wilayah Dangin Carik Tabanan.

“Namun saat dikejar ke sana ternyata spesialis maling bebek tersebut tidak ada di rumahnya,” ujarnya.

Keberadaan tersangka terlacak, pada Senin (28/12/2020), di wilayah Kediri Tabanan. Takut buruannya kabur, Polisi mengejar dan menangkap tersangka ketika melintas di Jalan Mawar, Desa Gerogkak, Tabanan.

Setelah diinterogasi, tersangka E mengaku bebek hasil curian tersebut dijual di Pasar Hewan Beringkit, Tabanan secara eceran seharga Rp. 20.000 sampai Rp. 35.000 per-ekor.

“Katanya uang hasil penjualan puluhan bebek itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar mantan Wakapolsek Denpasar Selatan ini.

Tersangka E juga mengaku telah beraksi di 16 TKP lainnya di wilayah hukum Polres Badung. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa sepeda motor Mio DK 5963 HH dan uang hasil penjualan bebek Rp. 3 juta.

Diketahui pada tahun 2015 tersangka terjerat kasus pencurian bebek dihukum 2 tahun penjara. Kini dia dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian Pemberatan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Penulis : Kontributor Denpasar  

Editor : Oka Suryawan