Selasa, Juli 16, 2024
BerandaDenpasarMaling Congkel Pintu Belakang, Lima Kali Curi Perhiasan Emas Dalam Laci Lemari

Maling Congkel Pintu Belakang, Lima Kali Curi Perhiasan Emas Dalam Laci Lemari

DENPASAR, balipuspanews.com – Tidak punya biaya pulang kampung untuk merayakan Hari Raya Lebaran, pria berinisial DK nekat membobol rumah warga di Jalan Kusuma Dewa II, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, pada 31 Maret 2024 sekira pukul 21.00 WITA.

Pria 23 tahun asal Jember, Jawa Timur, ini masuk ke rumah korban, MS dengan cara membuka paksa pintu dapur belakang. Aksi ini sudah dilakukannya sebanyak 5 kali secara bertahap.

Adapun perhiasan emas yang digasak pelaku di dalam kamar korban yakni kalung dan cincin emas serta uang tunai Rp 3.900.000,00.

“Total kerugian korban Rp 11.900.000,00,” ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, pada Jumat (14/6/2024).

Pencurian ini terungkap setelah korban curiga uangnya di laci lemari hilang sedikit demi sedikit. Pada tanggal 23 Maret 2024 lalu ia menyimpan uang sebanyak Rp 900 ribu di laci lemari namun mendadak hilang. Tanpa menaruh rasa curiga, ia kembali menyimpan uang Rp 1 juta di tempat yang sama.

Di laci lemari tersebut ada beberapa perhiasan berupa kalung dan cincin ternyata hilang juga. Bahkan, saat kembali menyimpan uang Rp 2 juta juga hilang kembali. Atas kejadian tersebut korban asal Jombang, Jawa Timur itu melaporkannya ke Polsek Denpasar Utara.

BACA :  Rapat Paripurna Masa Persidangan Kedua DPRD Badung, Fraksi Badung Gede Sorot Infrastruktur Jalan dan Kemacetan

Setelah dilakukan penyelidikan dipimpin Kanitreskrim Ipda Kadek Astawa akhirnya pelaku mengarah ke tersangka DK. Pelaku ditangkap di kamar kosnya di Jalan Kusuma Dewa, Denpasar, pada 11 Juni 2024.

Setelah diinterogasi tersangka mengakui mencuri uang dan perhiasan emas setelah masuk melalui dapur belakang dengan menggunakan gunting. Gunting tersebut digunakan untuk mencongkel gembok kunci pintu.

Diakui tersangka, ia sudah mencuri sebanyak 5 kali pada malam hari. Dimulai tanggal 24 Maret, 26 Maret, 31 Maret, 24 Mei, dan 11 Juni 2024. Pelaku mengakui telah menjual perhiasan tersebut dengan harga Rp 4 juta.

“Uang hasil pencurian di pakai untuk membeli baju Lebaran, bayar kost, bekal pulang kampung saat Lebaran dan untuk biaya kehidupan sehari-hari,” ujar AKP Sukadi.

Motif pencurian yang dilakukan DK yakni faktor tidak punya pekerjaan. Ia perlu uang untuk membiayai kebutuhan hidup dan biaya pulang kampung saat Hari Raya Lebaran.

“Pelaku melakukan pencurian pada malam hari saat korban tidak ada, masuk melalui pintu dapur, dan dengan menggunakan gunting membuka gembok kunci pintu,” tegasnya.

BACA :  Donald Trump Tertembak Di Kepala Saat Pidato Kampanye Presiden

Penulis: Kontributor Denpasar

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular