Minggu, Juli 21, 2024
BerandaDenpasarMaling Congkel Sadel Dibekuk, Beli Sabu dari Hasil Kejahatan

Maling Congkel Sadel Dibekuk, Beli Sabu dari Hasil Kejahatan

DENPASAR, balipuspanews.com – Kasus congkel sadel yang terjadi di Pantai Megada Br. Pengembungan, Desa Pererenan, Mengwi, Badung diungkap Tim Opsnal Reskrim Polsek Mengwi.

Polisi berhasil membekuk terduga pelaku berinisial GM,25, saat bermain biliar di Banjar Simpangan, Desa Pejaten, Kediri, Tabanan, pada Sabtu (19/3/2022) sekitar pukul 19.00 WITA. Dalam pengakuanya barang hasil kejahatan sudah dijual dan digunakan untuk membeli sabu-sabu yang dipesan dari seorang napi di Lapas di Bali.

Menurut Kapolsek Mengwi Kompol Nyoman Darsana aksi congkel sadel itu berlangsung di areal parkir Pantai Megada Br. Pengembungan, Desa Pererenan, Mengwi, Badung, pada Senin (21/2/2022) sekitar pukul 07.15 Wita.

Bermula, korban DY,34, dan temannya I PM,28, datang ke TKP mengendarai Honda Vario Tekno warna hitam. Keduanya hendak berolahraga. Mereka menyimpan barang-barang di dalam jok motor berupa tas berisi 1 iPhone, baju, handuk, baju kaos dan sebagainya.

Selesai olahraga, mereka kembali ke parkiran. Namun keduanya curiga melihat jok motor terbuka. Setelah di cek barang-barang di dalam jok raib.

BACA :  Hindari Warga Meninggal Terdaftar Sebagai Pemilih, KPU Tugaskan PPK dan PPS Kawal Pembuatan Akta Kematian

Dari hasil penyelidikan, Tim Opsnal Reskrim Mengwi dipimpin Kanitreskrim Iptu I Made Galih Artawiguna mengungkap identitas pelakunya asal Kediri, Tabanan berinisial GM.

Pria pengangguran ini dibekuk Sabtu (19/3/2022) sekitar pukul 19.00 WITA saat bermain biliar di Br. Simpangan Desa Pejaten, Kediri, Tabanan.

“Pelaku kami tangkap saat bermain biliar di Kediri Tabanan,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya mengambil paksa barang milik korban di jok motor. Ia langsung kabur mengendarai motor Scoopy DK 2876 GAR.

“Pelaku membuang tas, handuk dan baju milik korban di sungai. Sedangkan iPhone direset sendiri oleh pelaku dan dijual untuk membeli sabu-sabu,” bebernya.

Tidak hanya sekali, tersangka juga pernah beraksi di 9 TKP sejak tahun 2021 dengan modus yang sama. Lokasinya di sejumlah pantai di wilayah Badung.

“Dia mengaku memesan sabu dari seorang napi lapas. Setelah sepakat, transaksi sabu di wilayah Pandak, Kediri, Tabanan,” tegasnya.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular