Mayat Saiful Bahri
sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com – Ismail (32) (Sabtu 14/9) siang terpaksa mengurungkan niatnya untuk memancing ikan marlin di perairan Cekik, Gilimanuk. Saat nelayan asal Bulusan, Kalipuro, Banyuwangi itu sedang memancing tidak jauh dari tempatnya ada mayat mengapung.

Sekitar pukul 12.00 Ismail yang memancing mengunakan perahu mencari ikan marlin diperairan lingkungan Penginuman Gilimanuk persisnya disebelah barat monument pertempuran lintas laut Jawa-Bali, Cekik. Saat sedang asik memancing ikan marlin sekitar 300 meter dari pantai, tiba-tiba saat menoleh kea rah timur tidak jauh dari perahunya dilihat ada benda yang mengapung.

“Saya kira itu penyu yang sedang berenang. Lalu benda itu saya dekati ternyata mayat manusia yang mengapung dengan posisi tengadah,” ujar Ismail. Kaget ada mayat laki-laki mengapung dilaut, Ismail bubu-buru menarik semua pancingnya kemudian mencoba mendekatinya nampun tidak berhasil. Ismail kemudian meminta tolong kepada Sugianto, temanya yang melaut mengunakan perahu bermesin temple.

Namun karena mereka sama-sama melaut sendiri mengunakan perahu, keduanya tidak berani untuk mengambil mayat tersebut. “Kami juga bingung. Maunya saya ikat pakai tali lalu ditarik kedarat dengan perahu, kami khawatir nanti bagian tubunya lepas,”ungkapnya. Karena kesulitan mengangkut mayat itu, mereka kemudian meminta tolong kepada nelayan lainya. “Mau diangkat kami berdua tidak kuat karena berat,” tambah Sugianto.

Kemudian datang Sukir (43) nelayan Penginuman yang melaut berdua bersama temanya. Mayat tersebut kemudian dinaikan ke perahu Sukir lalu dibawa ke pantai Penginuman dan dilaporkan ke Polsek Kawasan Laut Gilimanuk. Setelah sampai di daratan, mayat yang hanya mengenakan celana panjang jeans hitam, tanpa baju itu tetap dibiarkan diatas perahu. Warga yang mendengar ada penemuan mayat Penemuan mayat itu kemudian berdatangan untuk melihat, siapa tahu mereka mengenalnya.

Diantara warga tersebut memang sempat ada yang mengaku kenal. Mayat laki-laki itu diduga warga Banyuwangi yang sering menyelam koin dipelabuhan dan juga sering menjaring ikan, namun tidak diingat siapa namanya. Tidak lama kemudian tim Inafis Polres Jembrana datang bersama tim medis dari Puskesmas Gilimanuk. Mayat laki-laki dengan tinggi 168 Cm itu kemudian diidentifikasi namun tidak ditemukan identitas apapun yang dibawa.

Hanya ditemukan uang Rp.45 ribu dan kartu ATM BRI di saku celananya. Lalu dengan mengunakan alat Inafis Portabel System skhirnys identitas mayat itu diketahui. Mayat laki-laki itu bernama Saiful Bahri (37)warga dusun Bunder RT1/15 kecamatan Pakusari, Jember, Jawa Timur. Sementara dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan ada tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh Saiful Bahri dan diduga meninggal karena tenggelam. Setelah diidentifikasi dan diperiksa medis mayat Saiful bahri kemudian dibawa ke RSU Negara untuk dititip sementara menunggu pihak keluarganya datang.

“Saat ditemukan jenasah masih dalam keadaan untuh. Untuk sementara mayat kita titip di RSU Negara menunggu diambil pihak keluarga,” ujar Kasat Polair Polres Jembrana Iptu Edy Waluyo. (nm/bpn/tim)