Sang Ayu Nyoman Dewi Astuti
Sang Ayu Nyoman Dewi Astuti

GIANYAR, balipuspanews.com – Inovasi-inovasi yang bertujuan menghadirkan kemudahan oleh BPJS Kesehatan dalam menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kian dirasakan oleh pesertanya. Salah satu peserta yang tidak menampik tentang hal itu adalah Sang Ayu Nyoman Dewi Astuti (30). Ibu 3 anak yang berasal dari Banjar Teruna, Desa Siangan, Kabupaten Gianyar ini menyampaikan begitu banyak kemudahan yang telah ia dapatkan selama menjadi peserta JKN-KIS.

“Saya sekeluarga menjadi peserta JKN-KIS dari jaman Askes, waktu itu saya menjadi tanggungan dari orang tua. Dari jaman Askes itu juga saya sudah cukup sering mendapatkan manfaat dari program ini, bukan hanya saya, orang tua, kakek dan saudara saya saat berobat juga menggunakan JKN-KIS, saya tidak tahu berapa banyak biaya yang harus saya keluarkan jika tidak ada JKN-KIS ini,” jelas Mang Ayuk, nama panggilannya.

Mulai dari rawat inap karena mengalami Demam Berdarah, hingga ia harus menjalani operasi saat persalinan anaknya yang kedua dan ketiga. Belum lagi saat kakenya yang sudah berumur yang cuku sering berurusan dengan rumah sakit. Semuanya ia dan keluarga lewati dengan tenang karena ada JKN-KIS yang menanggung keseluruhan biayanya. Ibu rumah tangga yang bekerja sebagai tenaga kontrak di Pemkab Gianyar ingin membagikan pengalamannya menggunakan JKN-KIS .

“Dari awal saya di tanggung Program JKN-KIS, saya sudah benar-benar mengikuti perubahannya, pengalaman yang saya rasakan tentang program JKN-KIS semakin kesini pelayanannya semakin mudah, saya tinggal menunjukan kartu JKN-KIS yang saya punya saat berobat maka saya langsung mendapatkan pelayanan yang lancar, kemudian saya juga sempat mengikuti sosialisasi di tempat kerja tentang aplikasi Mobile JKN, aplikasi ini sangat memudahkan peserta untuk urusan JKN-KIS karena tinggal klik-klik aja urusan bisa selesai dengan cepat,” ungkap Mang Ayuk sembari tersenyum.

Ia berharap peserta JKN-KIS memanfaatkan kemudahan yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan sehingga tidak ribet ketika ingin menggunakan JKN-KIS ini, ia pun mengingatkan kepada peserta JKN-KIS agar selalu mengikuti prosedur yang berlaku dari program ini dan tentunya memenuhi setiap kewajiban sebagai peserta.

“Pokoknya saya sangat berterima kasih kepada pemerintah, fasilitas kesehatan yang melayani dan BPJS Kesehatan karena telah banyak membantu keluarga saya untuk urusan berobat, saya berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan program yang sangat bagus ini secara benar dan baik melalui kepatuhan atas kewajiban sebagai peserta dan mengikuti apapun prosedur yang berlaku, sebab setiap program pemerintah pastinya bertujuan baik untuk kepentingan masyarakat tak terkecuali program JKN-KIS,’ tutup Mang Ayuk.

Perlu diketahui bahwa keluarga Mang Ayuk adalah keluarga besar yang dalam 1 kartu keluarganya berjumlah 11 orang, semua keluarganya telah memiliki JKN-KIS, mulai dari Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) yang iurannya dibayarkan pemberi kerja hingga Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang iurannya dibayar sendiri. Keluarga Mang Ayuk menjadi salah satu keluarga yang patut dicontoh sebagai impelementasi gotong-royong program JKN-KIS.

“Dari lahir saya menjadi peserta Askes karena tanggungan dari orang tua, sampai saat inipun saya masih sebagai peserta JKN-KIS, saya juga cukup sering menggunakannya, semakin kesini, pelayanan JKN-KIS terasa kian mudah, ” kata Sang Ayu Nyoman Dewi Astuti. (rls/bpn/tim)