Manuver Pilkada !!! Paket AMAN PDIP Terancam Dikeroyok Enam Partai

Pilkada Gianyar
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Gianyar, balipuspanews.com – Denyut Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar  2018 mulai terlihat, sejumlah manuver mulai dilakukan untuk memasang strategi memenangkan calon yang akan diusung, paling kentara saat ini adalah adanya strategi koalisi enam partai untuk mengeroyok paket AMAN yang sudah dideklarasikan PDIP.

Manuver untuk menggoyang paket AMAN ini mulai terlihat dalam pemilihan pimpinan Alat Kelegkapan Dewan (AKD). Dari 7 partai yang memiliki kursi di DPRD Gianyar, hanya PDIP yang tidak medapatkan posisi pimpinan, baik ketua, sekretaris maupun bendahara dalam AKD.

Paling parah ketika terjadinya boikot sidang penyampaian jawaban Bupati Gianyar atas Pandangan Umum Fraksi, tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Gianyar Tahun 2016 .

Hanya saja, sampai saat ini baru PDIP yang medeklarasikan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati. Sedangkan partai lainnya masih melakukan penjajakan untuk membangun koalisi non PDIP, mereka belum menyebutkan nama-nama bakal calon yang akan diikutkan dalam penjaringan.

Paket Agus Mahayastra-Agung Mayun (AMAN) dari PDIP yang sudah dideklarasikan di Samuan Tiga beberapa bulan lalu. Walau sudah deklarasi, namun paket aman belumlah aman, karena belum mengantogi rekomendasi dari DPP PDIP.

Bahkan sejumlah kader meminta agar paket AMAN dievaluasi, karena lahirnya paket tersebut tidak sesuai dengan mekanisme partai. Paket AMAN dikatakan tidak melalui penjaringan dan survey. Lebih-lebih, PDIP banyak memiliki kader yang berpengalaman dan mampu. Desakan untuk merombak paket AMAN semakin santer setelah munculnya nama I Nyoman Parta kader PDIP asal Guwang, Sukawati.

Sekretaris DPC PDIP Gianyar, Wayan Tagel Winarta, mengungkapkan kalau paket AMAN bisa saja berubah, karena belum mendapatkan trekomendasi. “AMAN bisa saja berubah, sepanjang belum mendapatkan rekomendasi dari DPP,” jelasnya.

PDIP yang memiliki 16 kursi di DPRD Gianyar, sejatinya sudah bisa mengusung calon sendiri. Hanya saja, menurut Tagel, partainya tetap melakukan komunikasi dengan partai lain.
“Kita tetap melakukan penjajakan untuk koalisi dengan partai lain,” terangnya.

Ditanya apakah tidak mempertahankan koalisi sebelumnya, dimana pada pilkada lalu PDIP koalisi dengan Demokrat. Tagel mengatakan tetap melakukan penjajakan.

“Kita melakukan pejajakan koalisi dengan semua partai,” jelasnya. Sejauh ini, sudah ada beberapa partai yang menyatakan untuk berkoalisi.

Salah satunya partai Hanura. “Sepertinya partai Hanura yang memiliki tiga kursi siap berkoalisi dengan kita (PDIP-red),” ungkapnya.

Ditemui terpisah Ketua DPC Hanura Gianyar, Dewa Alit Budiana mengatakan, untuk Pilkada Gianyar mendatang partai Hanura cendrung memilih berkoalisi dengan PDIP. Hanya saja pihaknya masih menunggu intruksi dari DPP maupun DPD.

“Kita akan ikuti intruksi dari atas, mudah-mudahan intruksinya koalisi dengan PDIP,” jelasnya.
Seadainya koalisi dengan PDIP, maka kader Hanura tidak akan mendapatkan posisi cabup atau cawabup, karena pasangan paket AMAN yang kedua-duannya merupakan kader PDIP. “Kita tidak bisa mengusung paket sendiri. Kita harus koalisi atau mendukung paket yang sudah ada,” jelasnya.

Ditanya survey yang dilakukan partai Hanura. Alit Budiana mengaku tetap dilaksanakan. Pihaknya tetap menginginkan kader terbaiknya bisa menjadi cabup atau cawabup. “Survey tetap kita laksanakan,” ujarnya.
Walaupun pihaknya menyatakan bergabung dengan AMAN, itu baru sebatas wacana. Karena semua tergantung dari rekomendasi dari pusat.

Kalau DPP merekomendasikan berkoalisi dengan PDIP, pihaknya pasti akan mendukung paket AMAN. Begitu juga sebaliknya, kalau rekomendasinya koalisi dengan partai non PDIP, paihaknya pasti mendukung calon dari non PDIP.

“Tetap menunggu rekomendasi dari pusat. Kitapun tetap melakukan penjajakan dengan PDIP maupun Non PDIP,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua DPC Gerindra Gianyar, Made Arta Rimbawa mengatakan, partainya hanya memiliki 5 kursi di DPRD Gianyar, karena untuk bisa mengusung calon harus memiliki 8 kursi. Untuk itu, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan partai non PDIP. “Kita terus melakukan komunikasi untuk membagun koalisi,” terangnya.
Ditanya calon yang akan diusungnya? Ia mengatakan, setelah koalisi terbentuk baru menentukan calon yang akan diusung.

“Kita buat kendaraan dulu, kalau kendaraan sudah ada baru bicara calon yang akan diusung,” jelasnya.
Setelah terbentuk koalisi, bersama partai koalisi baru akan melakukan penjaringan bakal calon. “Bakal calon dalam penjaringan tersebut akan disurvey. Setelah survey baru kita bisa menetapkan bakal calon bersama partai koalisi,” ungkapnya.

Hal yang sama diungkpkan Ketua DPC Demokrat Gianyar, Cokorde Gde Asmara Putra Sukawati. Ia mengatakan sedang melakukan penjajakan untuk membangun koalisi non PDIP. Embrio koalisi sudah ada saat penentuan penetapan AKD.

“Kita terus melakukan komunikasi dengan partai-partai non PDIP,” terangnya.

Ditanya apakah sudah ada nama-nama pasangan yang akan diusung. Anggota DPRD Bali ini mengatakan belum ada. Nantinya, kata Cok Asmara setelah koalisi terbentuk baru melakukan penjaringan bakal calon. “Setiap partai nanti akan diberikan kesempatan memunculkan kader maupun tokoh masyarakat untuk ikut penjaringan,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua PKPI Gianyar, Ngakan Ketut Putra. Politisi asal Banjar Sampiang Gianyar ini mengatakan akan bergabung dengan koalisi non PDIP. Ia mengatakan terus menjalin komunilkasi dengan partai-partai non PDIP.

“Kita masih penjajakan, tunggu saja dalam waktu dekat ini akan diumumkan koalisinya,” terangnya.
Ditanya siapa yang akan digadang sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati.

Ia mengatakan, belum ada yang digadangnya. Setelah koalisi terbentuk baru akan membicarakan nama-nama tersebut,” akunya.

Ketua DPD Golkar Gianyar, Ir I Made Dauh Widjana tak menampik kalau partainya juga sedang merancang koalisi.

“Draf koalisi, nanti akan segera kita perintahkan Sekretaris untuk merampungkan,” jelasnya.
Khusus Calon siapa yang akan diusung, Dauh sendiri masih melakukan survey.

“Jadi untuk calon kita sedang survey, saat ini yang kita rancang koalisi,” ujarnya.
Sedangkan Ketua DPD Nasdem Gianyar, AA Alit Asmara mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan pejajakan dengan PDIP.

Ia mengaku belum melakukan penjajakan dengan partai non PDIP lainnya. “Sekarang hanya baru ada paket AMAN. Untuk saat ini kita dukung yang sudah ada,” jelasnya.

Ditanya apakah Nasdem tidak mengikutkan kadernya dalam pejaringan bakal calon. Alit Asmara mrngatakan tidak, ia memilih mendukung paket yang ada. Apalagi menurutnya belum ada kader yang siap. “Belum ada kader yang masih klasifikasi sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati,” jelasnya.

Disisi lain Wakil Ketua DPW Nasdem Bali yang juga Koordinator Daerah Gianyar dan Bangli, Wayan Suryawan mengatakan, partainya belum menentukan sikap. Ia mengaku masih menunggu arahan dari pusat. Karena Pilkada Gianyar bersamaan dengan Pilgub Bali, maka paket yang akan diusung harus sinergi antara provinsi dan kabupaten.

“Kita pasti akan mengikuti provinsi,” jelasnya.

Perolehan kursi di DPRD Gianyar :

PDIP 16 Kursi,
Golkar 7 Kursi

Demokrat 5 Kursi
Gerindra 5 Kursi,

Hanura 3 kursi,
Nasdem 2 Kursi,
PKPI 2 Kursi

Tinggalkan Komentar...