Mas-Dipa bersama OPD Karangasem Ngaturang Bhakti Penganyar di Pura Lempuyang Luhur

75
Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Wabup Artha Dipa (Mas-Dipa), Sekda Kabupaten Karangasem I Gede Adnya Mulyadi beserta kepala OPD melaksanakan Bakti Penganyar di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur
Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Wabup Artha Dipa (Mas-Dipa), Sekda Kabupaten Karangasem I Gede Adnya Mulyadi beserta kepala OPD melaksanakan Bakti Penganyar di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur

KARANGASEM, Balipuspanews.com – Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Wabup Artha Dipa (Mas-Dipa), Sekda Kabupaten Karangasem I Gede Adnya Mulyadi beserta kepala OPD melaksanakan Bakti Penganyar di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, Minggu (10/02).

Bakti penganyar dalam rangkaian Panca Bali Krama ini dipuput oleh Ida Pedande Gede Pidada Punia saking Griye Pidada Punia Tirta. Usai ngaturang bakti,Bupati Mas Sumatri didampingi Wabup Artha Dipa yang sekaligus Ketua Panitia Karya memberikan punia yang diterima Bendesa Desa adat Purayu I Nyoman Jati.

Upacara Karya Panca Bali Krama di Pura Lempuyang Luhur digelar sesuai dengan purana Pura Lempuyang Luhur yakni pada hari Redite Kliwon nuju Byantara sasih Kawulu. Upacara besar ini tidak dapat ditentukan kapan diselenggarakan bila tidak benepatan dengan uger ( Redite Kliwon Byantara sasih Kawulu ).

Berbeda dengan Tawur Panca Bali Krama yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, yaitu pada Tilem Caitra/Kasanga ketika tahun Saka berakhir dengan 0 atau rah Windhu.

Dalam Lontar Raja Parana, tawur agung yang diselenggarakan setiap 10 tahun itu disebut Panca Bali Krama, sedangkan dalam lontar yang lain disebut Panca Wali Krama. Inti dari tawur tersebut adalah cam. Caru dalam kitab Samhita Swara berati ‘cantik’ yakni mengharmoniskan kembali. Dalam konteks ini, alam mesti diharmoniskan (butha hita), termasuk sesama individu umat menuju keharmonisan bersama (jagat hita). ‘Tawur agung Panca Bali Krama ini pada esensinya adalah upaya menuju halhal yang harmonis.

Misalnya alam yang rusak mesti diperbaiki atau dilestan’kan, hubungan sesama lebih diharmoniskan dan sebagainya. Jadi, tawur agung ini merupakan momen untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai sistem kehidupan menuju yang harmonis.

Upacara Panca Bali Krama merupakan upacara Bhuta Yadnya, salah satu dari Panca Mahayadnya Dewa Yadnya. Bhuta Yadnya, Resi Yadnya, Pitra Yadnya danManusa Yadnya. Tujuannya adalah untuk mencapai bhuta hita atau jagat hita keharmonisan kehidupan makhluk dan jagat raya ini (sarwa prani hita).

Sepatunyalah yasa-kerti yang dilakoni umat benar-benar nekeng-tuwas, menyatukan idep, sabda dan bayu, dalam menyukseskan karya tersebut. (suar/adv/bpn/tim)

Loading...