Usaha cargo milik Panudiana tetap berjalan walau masa pandemi corona
Usaha cargo milik Panudiana tetap berjalan walau masa pandemi corona

DENPASAR, balipuspanews.com – Usaha cargo milik Panudiana Kuhn tetap eksis dimasa pandemi corona. Hanya saja, ada penurunan pengiriman 50 persen ke beberapa negara karena terbentur protokol kesehatan dan kondisi negara tujuan yang berjuang melawan wabah Covid -19.

Kepada balipuspanews.com, Senin (29/6/2020), pengusaha Panudiana Kuhn menuturkan, sampai saat ini sektor yang bergerak di bidang jasa pengiriman masih berjalan, namun tidak seramai sebelum Covid-19 ini menyebar di Indonesia sampai ke Bali.

Dalam beberapa hari belakangan, Diana Ratna Surya Cargo milik Panudiana yang beralamat di jalan raya Kuta nomor 168 sedikitnya mengirim 30 ton barang handicraf atau kerajinan tangan ke negara New Zealand.

Meski mengalami penurunan pengiriman yang signifikan sekitar 50 persen, ia tetap menjalankan usahanya guna melayani pengusaha yang membutuhkan jasa pengiriman Cargo untuk ke beberapa negara.

“Untuk minat wisatawan luar terhadap kerajian masyarakat Bali masih relatif tinggi,” ungkap pria yang kerap disapa Kuhn.

Beberapa kendala yang dihadapi saat pandemi ini, kata Kuhn, adalah transportasi udara. Pasalnya, semenjak penerbangan dibatasi, usaha Cargonya harus mengirim barang lewat laut dan darat.

Hal ini tentu memerlukan waktu yang cukup lama agar barang sampai pada negara tujuan.

“Sistem charter juga kami lakukan, meski harus membayar mahal, karena kita kena ongkos bolak balik, padahal kita perlu pengiriman saja namun harus dibayar bolak-balik,” imbuhnya.

Saat pengiriman masa pandemi ini, pihaknya tetap memperhatikan protokol kesehatan, untuk memastikan barang yang diterima untuk dikirim bebas dari virus.

Ditanya rencana pemprov Bali yang akan membuka sektor pariwisata 9 Juli mendatang, Kuhn mengaku setuju dengan wacana tersebut. Namun, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Ia memandang, selain kesehatan, ekonomi Bali juga perlu diperhatikan. Kalau lama work from home dilakukan maka masyarakat akan stres. Untuk itu, tempat-tempat umum seperti pantai, lapangan golf, kebun binatang perlu di buka perlahan.

Dengan demikian usaha lainnya akan secara bertahap mengikuti seperti Restaurant, hotel, villa akan berjalan, tentu ini akan kembali menyerap tenaga yang beberapa bulan sudah dirumahkan.

“Tentu protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat,” serunya wanti-wanti mengajak menjalankan protap kesehatan.

Selain itu, penerbangan juga perlu di buka secara bertahap, baik domestik maupun internasional. Mengingat transportasi udara menjadi kebutuhan wisatawan domestik maupun internasional.

“Wisatawan sudah rindu dengan Bali, seandainya saja penerbangan dibuka Bali akan banyak dikunjungi wisatawan,” pungkasnya.

PENULIS : Nengah Budiarta

EDITOR : Oka Suryawan