Minggu, Oktober 25, 2020
Beranda Bali Denpasar Masa Pandemi, Gubernur Harap Pembelajaran Daring Jadi Momentum Menuju Digitalisasi

Masa Pandemi, Gubernur Harap Pembelajaran Daring Jadi Momentum Menuju Digitalisasi

DENPASAR, balipuspanews.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan bahwa sistem pembelajaran secara daring atau online pada masa pandemi Covid-19 ini, sebetulnya dapat dijadikan momentum bagi dunia pendidikan menuju arah digitalisasi.

“Kalau diambil hikmahnya, cara belajar daring ini juga momentum bagus bagi para siswa kita untuk lebih terbiasa memanfaatkan teknologi digital,” ujar Gubernur Koster saat acara penandatanganan MoU dukungan Pendidikan Jarak Jauh antara Pemprov Bali dengan PT Telkomsel melalui Program Merdeka Belajar Jarak Jauh, Kamis (2/9) di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar.

Namun menurut dia, hal itu bukan berarti sepenuhnya harus meninggalkan metode pembelajaran konvensional. Justru ke depan perlu ada kombinasi antara metode pembelajaran konvensional dengan digital.

“Bisa lebih efisien, mengurangi biaya, seperti perlengkapan sekolah misalnya. Anak-anak juga saya kira bisa lebih fokus belajar. Namun demikian nantinya harus ada SOP yang jelas mengenai hal ini. Dirancang dan disusun secara permanen. Kasihan anak-anak jika tidak ada panduannya,” ungkap Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

“Provinsi Bali bisa jadi pelopor. Bisa jadi contoh untuk daerah lain,” imbuhnya.

Pihaknyapun kemudian mengapresiasi PT Telkomsel yang telah memberikan dukungan bantuan terhadap para siswa di Bali mengikuti pembelajaran secara daring pada masa pandemi.

Bantuan itu berupa 150 ribu kartu perdana gratis untuk pelajar dengan kuota masing-masing 10 GB yang diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Bali.

“Saya ucapkan terima kasih, terlebih (paket data, red) ini sangat dibutuhkan para murid. Kita memulai dari bantuan kuota dulu, sebelum nantinya kita buatkan sistem untuk pendidikan di Bali,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Sementara itu, Sales Director PT Telkomsel Ririn Widaryani menegaskan bahwa pihaknya komit membantu dunia pendidikan khususnya di Bali.

“Sesuai pula dengan instruksi pemerintah pusat, dan kami ingin pastikan semua murid, guru, tenaga pengajar lain, menggunakan sarana yang tepat,” ujarnya.

Program ini menurut dia menyasar hampir sekitar 600 sekolah dari tingkat SMA/SMK hingga SMP sederajat di Bali.

“Tahap pertama didistribusikan 150 ribu kartu perdana dengan kuota gratis 10 GB untuk siswa di 600 sekolah di Bali. Kuota ini digunakan untuk mengakses situs-situs pembelajaran dan mendukung belajar daring. Mudah-mudahan dengan ini kita bersama mendukung anak terus belajar meskipun belum bisa ke sekolah,” harapnya.

Tampak hadir pula pada kegiatan itu, Kepala Dinas Kominfos Provinsi Bali Gede Pramana serta Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali KN. Boy Jayawibawa.

Penulis/Editor : Budiarta/Oka Suryawan

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of