Selasa, Juli 16, 2024
BerandaDenpasarMasih Ada Stunting di Bali, Persadha Nusantara Siap Berkontribusi Nyata

Masih Ada Stunting di Bali, Persadha Nusantara Siap Berkontribusi Nyata

DENPASAR, balipuspanews.com – Provinsi Bali sampai dengan saat ini menjadi daerah dengan angka terendah di Indonesia untuk Stunting. Pernyataan tersebut disampaikan langsung Koordinator Staf Khusus Presiden RI. Dr. A.A.G.N Ari Dwipayana pada Jumat (21/6/2024) saat membuka Seminar Nasional ‘Stunting’ di auditorium rektorat Kampus Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar.

Ari Dwipayana menyampaikan persoalan Stunting masih ada di Bali. Meskipun data mengatakan bahwa Provinsi Bali merupakan Daerah yang tingkat stunting nya terendah diangka 8 persen, namun untuk membangun Bali angka tersebut merupakan hal yang penting untuk segera diatasi.

“Hal yang menjadi fondasi alam dan pariwisata serta budaya terkendali ialah peningkatan sumber daya manusia, sebab manusia yang unggul merupakan investasi manusia Bali, kita harus memperhatikan Manusia nya,” Ungkapnya

Pihaknya pun melihat jika angka tersebut terbilang masih besar oleh sebab tersebut ia mengira masyarakat Bali mempunyai konsep Manusia Yadnya. Maka harus menggunakan pemikiran yang luas tidak semata secara upacara saja tetapi kelayakan hidup dan semua merupakan kepedulian antar sesama manusia itu sendiri.

BACA :  Pria Asal Probolinggo Jadi Korban Tabrak Lari di Jalur Singaraja-Gilimanuk

“Kita lihat rumah orang yang terindikasi Stunting kondisi seperti apa, kalau tidak layak huni bagaimana menjaga kesehatan diri serta keturunannya, Pimpin Bali, Gubernurnya, Bupatinya, Walikotanya harus melihat realita itu baru jadi menjadi data, jangan sampai hanya pakai nama, ktp atau sebagainya baru bisa dapat bantuan,” tegas dia.

Sementara itu, Ketua Persadha Nusantara Bali, Sae Tanju dengan tegas melihat angka yang terbilang cukup besar untuk Bali. Maka itu menjadi dasar pergerakan bagi organisasi Persadha Nusantara untuk memberikan kontribusi nyata membantu umat untuk mensosialisasikan, memperhatikan sekaligus peduli terhadap lingkungan di Bali.

“Kita punya kewajiban untuk berkontribusi menekan angka stunting di Bali khususnya, Indonesia pada umumnya, dengan menyasar Ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan calon ibu mahasiswi dari berbagai kampus yang kali ini sebagai peserta,” tegas dia.

Menurutnya pentingnya kesadaran terhadap bahaya Stunting, sehingga harus bisa menjaga diri agar tidak adanya keturunan yang bermasalah, ketika anak yang sehat akan menjadi generasi yang melahirkan Pemimpin-pemimpin hebat di Bali, secara umum di Indonesia melahirkan anak yang tangguh dan cerdas.

BACA :  Hari Suci Saraswati, Jajaran Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti di Pura Agung Jagatnatha

“Masih ada angka yang tampil dalam Stunting di Bali, harapannya tentu di Bali harus Nol persen (0%), dengan Perolehan Anggaran Daerah (PAD) tertinggi di Indonesia dengan pariwisata nya jangan sampai kita terlalu bereuforia dengan pembangunan pariwisata, perolehan pariwisata tetapi dibalik itu tumbuh orang-orang miskin juga orang-orang stunting di negeri tercinta ini,” pungkas dia

Sekedar diketahui kegiatan seminar nasional dilangsungkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pergerakan Sanatana Dharma (Persadha) Nusantara Bali berkolaborasi dan bersinergi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bali.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Koordinator Staf Khusus Presiden RI. Dr. A.A.G.N Ari Dwipayana dan dihadiri oleh Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi Menteri PPPA Dra Dewa Ayu Laksmi, Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar I Putu Suiraoka, Kepala BKKBN Provinsi Bali Sarles Brabar.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular