Masih Dijajaki, Koalisi Demokrat dengan PDI Perjuangan

Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Putu Supadma Rudana
Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Putu Supadma Rudana

JAKARTA, balipuspanews.com- Koalisi permanen yang pernah dideklarasikan Partai Demokrat, Partai Golkar dan NasDem menghadapi Pilkada Serentak 2020 di Bali, dinilai tidak harus menutup kemungkinan bagi Partai Demokrat untuk bergandengan tangan dengan PDI Perjuangan.

“Bisa saja kita di Bali dari enam kabupaten/kota tersebut bisa berkoalisi dengan PDI Perjuangan, bisa berkoalisi dengan calon bangun sendiri kader kita di dalam, atau mengusung kader di luar partai,” ucap Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Putu Supadma Rudana di Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Penegasan disampaikan Putu Supadma menanggapi koalisi di tiga wilayah yang belum menemukan pasangan ideal untuk diusung. Dari enam kabupaten/kota yang menggelar pilkada di Bali, baru kabupaten Karangasem, Bangli, dan Jembrana yang telah mengerucut pada komitmen menggalang koalisi.

Namun, tiga daerah lainnya yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan masih terjadi tarik menarik kepentingan. Menurut Anggota Komisi VI DPR RI ini, partainya masih melakukan komunikasi dan penjajakan untujk menyamakan visi dan misi dengan partai lain dalam menentukan pasangan yang akan diusung.

“Karena pada akhirnya yang kita inginkan menemukan win-win solution terbaik untuk mengusung pasangan calon,” ucap Putu Supadma.

Wakil Rakyat di tingkat pusat dari daerah pemilihan Bali ini mengatakan masih ada rentang waktu cukup bagi Partai Demokrat untuk beropikir jernih dalam menentukan sikap dan pilihan terbaik hingga ditutupnya batas waktu pendaftaran calon pilkada 2020 pada bulan September mendatang.

“Jadi untuk Pilkada Bali masih digodok di DPP. Kita sudah bicara dengan Ketua Bapilu dan tentu sikap kita jelas, Partai Demokrat akan berkoalisi dengan siapapun, partai manapun. Sebab tujuannya jelas bagaimana memberi solusi maksimal untuk kebaikan daerah itu dan kesejahteraan masyarakat di daerah,” tegas Putu Supadma.

Penulis/Editor : Hardianto