Ilustrasi Net.
sewa motor matic murah dibali

GIANYAR, Balipuspanews.com – Terdapat beberapa aturan yang ditetapkan oleh beberapa sekolah di wilayah Kabupaten Gianyar yang melarang para siswsinya berpakaian kebaya brokat saat berbusana adat Bali pada setiap Kamis, menurut sekolah hal tersebut sudah tertuang didalam Pergub (peraturan gubernur, red) nomor 79 tahun 2018. Lalu apakah benar seperti itu?

Balipuspamews.com mencoba menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Sadra, ia mengungkapkan bahwa tidak berani memberikan spekulasi terkait hal ini mengingat peraturan ini tertuang di Pergub dan langsung ditangani oleh Provinsi.

“Saya tidak berani berspekulasi karena itu tertuang didalam pergub dan ditangani oleh provinsi,” ujarnya kepada wartawan Balipuspanews, Sabtu (21/9/2019).

Sedangkan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, A.A Ngurah Oka Sutha Diana mengatakan bahwa tidak ada larangan terkait penggunaan kain dalam tatanan berbusana adat bali dalam pergub nomor 79 tahun 2018 ini.

“Pergub 79 Tahun 2018 tidak pernah melarang penggunaan kain tertentu,” katanya.

Namun, dilanjutkan A.A Ngurah Oka Sutha Diana bahwa etika dalam penggunaan busana adat bali tetap harus diperhatikan. “Cuma dalam Etika Penggunaan Busana Adat Bali harus disesuaikan dengan nilai kesopanan, kesantunan, kepatutan dan kepantasan yang berlaku di masyarakat. Ketentuan seperti ini adalah ketentuan lazim yang memang merupakan bagian dari tata krama dan sopan santun dalam kehidupan masyarakat Bali khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” ujarnya.(catur/bpn/tim).