22/09/2020, 12:23 AM
Beranda Bali Badung Mati Suri, Para GM Hotel Harapkan 1 Juli Industri Pariwisata di Buka

Mati Suri, Para GM Hotel Harapkan 1 Juli Industri Pariwisata di Buka

KUTA, balipuspanews.com – Pelaku pariwisata Bali yang merupakan General Manager Hotel di Bali mengharapkan agar pemerintah provinsi Bali membuka industri pariwisata dibuka pada tanggal 1 Juli 2020 mendatang.

“Harapannya 1 Juli, harapan industri dibuka bulan Juli karena holiday season, kesiapannya kita akan menerapkan protokol Covid-19 sesuai dengan Standar Operasional Prosedural yang digariskan oleh pemerintah,” kata Wakil Ketua Umum DPP IHGMA, Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA), I  Made Ramia Adnyana di Hotel H Sovereign Bali, Kuta, pada hari Senin (25/5/2020).

Terus terkait usulan ini apakah sudah dibicarakan kepada pemangku kepentingan dalam hal ini pemprov Bali? Ramia yang juga GM H Sovereign Bali ini mengaku sudah sering dibicarakan

“Kita sudah terus bicara tentang perlunya adanya timeline kelonggaran status untuk pembukaan destinasi Bali. Namun sampai saat ini pemerintah belum ada responsenya. Malahan sempat disampaikan bahwa akan dibuka Bulan Oktober. Jika sampai industri baru dibuka Oktober, saya khawatir kita industri akan mati lebih dulu. Kecuali ada bantuan billout dari pemerintah dalam bentuk soft loan,” ujarnya.

Menurutnya, para pelaku pariwisata sudah megap megap dari mulai bulan Maret, April dan Mei.

“Ada yang mengusulkan dengan catatan Juni buka, kalau tidak buka berarti nambah lagi ini berarti nafasnya ini siapa yang akan menanggung jawab ini, pakai apa kita,” katanya

Yang pasti, Ramia meyakinkan secara protokoler pihaknya sudah menyiapkannya SOP New Normal dengan penambahan protocol Covid -19 sesuai protocol WHO dan Kementrian Kesehatan.

Protocol New Normal ini akan di trainingkan secara serentak dihotel. Mulai dari pintu gerbang dengan temprature check, hand sanitizer, masker dan staff juga kita akan lengkapi dengan face shield, glove dan masker.

Meminize contact dengan tamu dengan penerapan in room check in, cleanliness yang ketat di semua publik area seperti lift, toilet, spa, pool dan restaurant dengan menggunakan desinfektan minimal 3 X tergantung kesibukan atau keramaian tamu yang dilayani. Tidak menerapkan buffet breakfast dan set up kursi di restaurant dengan social distanceing.

“Kita berusaha untuk meminimalis kontak dengan costumer itu yang akan dilakukan di era new normal ini, masalah ini sudah dipersiapkan oleh baik industri pariwisata maupun Pemerintah provinsi bali, kita sudah mempersiapkan dan meminta persetujuan kepada pak Gubernur,” katanya

Hal senada juga disampaikan oleh Ketut Swabawa, President Direkur Swaha Hospitality pada prinsipnya pihaknya mendorong Pemerintah Bali membangun ekosistem, new normal tak bisa parsial.

“Kita perhatikan hotel sudah 2 bulan mati suri, bisnis tak ada, jika bulan Juli dibuka kita sudah siap bukan gembok dan training karyawan sudah dilakukan sejak Juni sebagai persiapan protokoler kesehatan,” ucapnya

Sementara dalam acara yang juga pembagian sembako kepada media hadir Yati Artini – GM Swissbellhotel Legian, Wayan Muka – Direktur Hideaway Residence Bapak Eka Pratama – GM The One Legian, I Nyoman Astama – Managing Direktur The Nusa Hospitality
Bapak Ketut Swabawa – President Direkur Swaha Hospitality.

Editor : Putu Artayasa

- Advertisement -

Sepintas Seperti WNA Mayat Tanpa Identitas, Gegerkan Warga Desa Penuktukan

BULELENG, balipuspanews.com - Penemuan sosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di Pantai Palisan, Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula sekitar pukul 06.00 Wita oleh seorang warga...

Turis Wanita Asal Ukraina Dijambret di Jalan Raya Semer, Pelaku Masih Dikejar Polisi

KUTA UTARA, balipuspanews.com - Usai galungan, jambret kembali beraksi. Kali ini menimpa seorang turis wanita asal Ukraina, berinisial DB. Korban terjatuh dan luka-luka setelah...
Member of
Dewan Pers

Download Balipuspanews
Google Play