Dirut RSU Klungkung Dr Made Kusuma
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Semarapura,balipuspanews.com– Keinginan Christine Ochoe turis asal negeri Matador Spanyol untuk menikmati liburan di Nusa Penida Klungkung berakhir di RS Pratama Nusa Penida. Wanita berusia 23 tahun itu dirawat karena mengalami gejala suspect demam berdarah ( DB).

Plt Dirut RS Pratama dr.Rai Sutapa menjelaskan, pasien tersebut masuk ke RS Pratama Nusa Penida, Senin(16/7). Christine mengalami demam yang tinggi hingga mengilgil.

” Sebelum ke Nusa Penida, wisatawan itu sudah sempat jalan –j alan ke Ubud dan Tulamben,” kata Rai Sutapa.

Rai Sutapa menegaskan, saat berada di Tulamben, Christine sudah mengalami gejala awal. Bahkan, Christine sempat melakukan cek laboratorium di RS Balimed Karangasem.

Pun demikian, Christine tetap nekat melanjutkan liburannya dan menginap di Nusa Penida hingga kondisi badannya semakin drop.

” Saat ini pasien tersebut masih mendapat perawatan yang itensif,” sebut Sutapa lebih jauh.

Sementara itu memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Klungkung  terus melakukan langkah pencegahan penyakit DB yang siklusnya diperkirakan jatuh bulan Agustus mendatang. Seuai data di RSUD Klungkung, pasien suspect DB atau penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aides Agypty ini hingga Januari-Juni 2018 mencapai 59 pasien. Dengan rincian pada Januari 13 pasien, Februari 11 pasien, Maret 16 pasien, April 6 pasien, Mei 8 pasien, Juni 5 pasien.Hal itu ditegaskan Dirut RSU Klungkung terkait penanganan pasien DB yang dialami wisatawan Spanyol tersebut.

” Pasien tersebut sudah mendapat penanganan medis,” ujar dr I Nyoman Kesuma Senin(16/7).

Dihubungi terpisah,  Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular I Wayan Kariana menjelaskan, hampir semua desa di Klungkung endemis demam berdarah. Sehingga pihaknya melakukan langkah preventif dengan gencarkan pembrantasan sarang nyamuk (PSN), dan sosialisasi tentang pencegahan DB. Termasuk penyelidikan epidemologi jika terjadi kasus.

Dinas Kesehatan pun telah mengintruksikan seluruh Puskesmas untuk melakukan langkah-langkah preventif. Salah satunya dengan menggencarkan penyuluhan dan abatisasi di masyarakat.

” Kasus DB rentan terjadi di hampir seluruh wilayah di Klungkung, tidak saja di desa – desa namun juga wilayah perkotaan” beber Wayan Kariana. (Roni)

Tinggalkan Komentar...