Mau Rayakan Idul Adha di Kampung Halaman, Penumpang Menumpuk di Gilimanuk

Penumpukan pemudik di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk
Penumpukan pemudik di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk

JEMBRANA, balipuspanews.com – Adanya larangan menyebrang bagi kendaraan non logistik, sepeda motor dan penumpang pejalan kaki mulai pukul 20.00 wita sampai pukul 08.00 wita tidak menyurutkan niat warga pendatang dari Jawa untuk mudik agar bisa merayakan Idul Adha di kampungnya. Bahkan jumlah mereka cukup banyak sehingga Senin (19/7/2021) menimbulkan penumpukan di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk.

Pemudik tersebut mulai berdatangan sejak subuh, bahkan ada yang sejak Minggu (18/7/2021) malam. Selain menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi juga banyak yang menunpang bus dan travel.

Karena tiba saat pelayanan masih tutup maka mereka harus rela menunggu lama di depan pintu masuk pelabuhan. Ada juga yang menunggu di emperan pertokoan dan di terminal manuver. Selain di depan pintu masuk pelabuhan, penumpukan juga terjadi di tempat rapid tes.

Baca Juga :  Sambil Naik Vespa, Polsek Sukawati Bagikan Sembako kepada Warga

“Saya tiba jam 04.00 wita. Tiket sudah beli dan surat rapid tes serta vaksin sudah lengkap. Karena kepagian nyampai terpaksa harus menunggu sampai boleh menyebrang,” ujar Rahmat Supri, asal Lumajang.

Denita Sari, pemudik bermotor asal Banyuwangi juga mengaku kalau dari Denpasar berangkat pukul 02.00 wita dan tiba di Gilimanuk pukul 05.30 wita.

“Dijalan sepi makanya bisa sampai lebih cepat. Tapi penyebrangan baru buka pukul 07.00 wita dan harus menunggu,” ujarnya.

Setelah pukul 07.00 wita layanan penyebrangan non logistik dibuka, mereka kemudian diatur untuk masuk pelabuhan. Sebelum masuk selain surat-surat dan kelengkapan kendaraan, surat rapid tes antigen dan vaksin diperiksa polisi dari Polsek Kawasan Pelabuhan dan Brimob Polda Bali Detasemen C Gilimanuk. Sekitar pukul 08.00 seluruh kendaraan habis diseberangkan.

Baca Juga :  Koalisi Parpol akan Terus Dinamis Saat Penentuan Capres-Cawapres

Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, ketika dikonfirmasi mengatakan, antrean didepan pintu masuk pelabuhan itu terjadi karena Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) datang lebih awal sehingga harus menunggu oprasional pelabuhan dibuka.

“Jumlahnya juga tidak banyak. Dari pantauan kita sejak pembatasan waktu bagi penyebrangan non logistik di masa PPKM Darurat ini jumlah PPDN yang keluar masuk Bali jelang Idul Adha ini menurun signifikan. Rata-rata sehari ada 1.500 sampai 2.000 orang,” jelasnya.

Penulis : Anom

Editor : Oka Suryawan