Jumat, Februari 23, 2024
BerandaDenpasarMDA Tegaskan Pawai Ogoh-Ogoh Ditiadakan

MDA Tegaskan Pawai Ogoh-Ogoh Ditiadakan

DENPASAR, balipuspanews.com – Sehubung status Bali dinaikkan dari PPKM Level 2 menjadi Level 3, dan kembali diberlakukan pembatasan kerumunan, maka Pawai Ogoh-ogoh saat Pangrupukan yang berkaitan dengan rangkaian Hari Suci Nyepi, Tahun Baru Isaka1944 nanti tidak dilaksanakan.

Penegasan tersebut disampaikan
MDA Bali dalam Surat Edaran Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Nomor:009/SE/MDA-PBali/XII/2021, tertanggal 22 Desember 2021, Senin (14/2/2022).

Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet
mengingatkan bahwa saat ini kondisi COVID-19 di Bali belum dalam kondisi melandai, melainkan justru meningkat kembali secara ekstrem, dan bersamaan dengan itu juga telah ada kebijakan baru dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Selain pawai ogoh-ogoh, kata Putra Sukahet, rangkaian kegiatan Malasti, Tawur Kasanga, Hari Suci Nyepi Tahun Baru Isaka 1944 dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Bagi Desa Adat yang Wewidangan-nya berdekatan dengan Segara, Malasti di pantai;
b. Bagi Desa Adat yang Wewidangan-nya berdekatan dengan Danu, Malasti di
danau;
c. Bagi Desa Adat yang Wewidangan-nya berdekatan dengan Campuhan, Malasti di Campuhan;
d. Bagi Desa Adat yang memiliki Beji dan/atau Pura Beji, Malasti di Beji;
e. Bagi Desa Adat yang tidak melaksanakan Malasti sebagaimana huruf a, huruf b,
huruf c, dan huruf d, dapat Malasti dengan cara Ngubeng atau Ngayat dari Pura setempat;
f. Membatasi jumlah peserta yang ikut dalam prosesi upacara Malasti paling banyak 50 orang;
g. Dilarang memakai/membunyikan petasan/mercon dan sejenisnya;
h. Bagi Krama Desa Adat yang sakit atau merasa kurang sehat, agar tidak mengikuti rangkaian upacara; dan
i. Melaksanakan Catur Brata Panyepian dengan penuh rasa sradha bhakti.

BACA :  HPN 2024, Presiden Jokowi Tandatangani Perpres Hak Cipta Penerbit

Tak hanya itu, kegiatan upacara Panca Yadnya juga agar tetap mengutamakan keselamatan bersama, mematuhi protokol kesehatan secara ketat, serta menyesuaikan dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Bersama PHDI Bali Nomor: 076/PHDI-Bali/VIII/2021 dengan Majelis Desa Adat Provinsi Bali Nomor:008/SE/MDA-Prov Bali/VIII/2021 tertanggal 8 Agustus 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Upacara Panca Yadnya Dalam Masa Gering Agung COVID-19 di Provinsi Bali (sebagaimana terlampir), sampai COVID-19 di Bali secara resmi dinyatakan telah melandai.

“Kami harap desa adat menegakkan kembali secara tegas Pararem Desa Adat tentang Pengaturan Pencegahan dan Pengendalian Gering Agung COVID-19 di Wewidangan soang-soang Desa Adat,” tegasnya.

Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular