Orang tua korban
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Jembrana, balipuspanews. com –  Jenazah Brigadir Gusti Kade Sukamiarta (32), anggota Sat Lantas Polres Palu asal Desa Mendoyo Dangin Tukad, Jembrana yang menjadi korban gempa dan Tsunami di Palu tidak bisa dibawa pulang ke kampung halamannya dan harus dikubur masal di Palu.

“Keputusan tersebut didasari berbagai pertimbangan, diantaranya kondisi mayat yang sudah mulai membusuk lantaran terlambat diberi vormalin, akses transportasi yang sangat sulit serta terbentur aturan pihak Karantina serta situasi di lokasi kejadian yang tidak memungkinkan,” kata Waka Polres Jembrana, Kompol Komang Budiarta, Senin (1/10)

Ia mengatakan keputusan pihaknya terima kabarnya dan hari ini akan dilakukan penguburan secara masal dan dipastikan penguburannya dilaksanakan secara Hindu karena ada rohaniawan Hindu yang menyaksikan.

Lanjutnya, pihak keluarga juga telah menerima keputusan ini dan telah menyatakan iklas anaknya dikubur secara masal di Palu.

Menurutnya, hingga siang tadi posisi jenazah korban masih ada di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, menunggu pelaksanaan penguburan. Administrasi jenazah juga telah disiapkan secara lengkap

Disisi  lain, Gusti Kade Sukadana (65), bapak kandung anggota Sat Lantas Polres Palu yang menjadi korban meninggal bencana gempa dan Tsunami akhirnya hanya bisa pasrah.

Warga asal Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jembrana terpaksa menerima keputusan bahwa anaknya yang berdinas di Polres Palu sejak tahun 2005 tersebut harus dikubur masaal di Palu hari ini.

Ditemui di Polres Jembrana siang tadi, Sukadana mengaku pasrah dan iklas jasat anaknya dikubur secara masal di Palu, Sulawesi Tengah. Namun demikian dia meminta dia meminta saat penguburan anaknya tersebut dilakukan secara Agama Hindu karena anaknya memeluk Agama Hindu.

“Kami sekeluarga telah mengiklaskan jasat anak saya untuk dikubur secara masal di Palu. Meskipun sebenarnya dirinya dan pihak keluarga sangat mengharapkan jasat anak saya dibawa pulang,” ujarnya lirih. (nm/bpn/tim)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar...