Diskusi publik yang bertajuk “Peran IWO dalam membangun optimisme masyarakat melalui pemberitaan guna menjaga stabilitas nasional di tahun politik
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com – Lahirnya media online secara musiman hanya menjelang hajatan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah menjadi diskusi menarik dalam diskusi publik yang bertajuk “Peran IWO dalam membangun optimisme masyarakat melalui pemberitaan guna menjaga stabilitas nasional di tahun politik”,di Istana Taman Jepun, Tanjung Bungkak Denpasar, Kamis (23/11).

Demikian terungkap dari diskusi yang menghadirkan narasumber I Nyoman Sutiawan, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (IWO)  Bali, I Made Sunarsa, SE Ketua KPID Bali, Agus Astapa Ketua Komisi Informasi (KI) Bali, dan Luh Raniti (Lembaga Pemberdayaan Perempuan Bali Sruti) yang dimoderatori oleh presenter kondang asal Tabanan Panca Wardani.

Terkait peran media online, secara umum keempat pembicara ini mencermati soal munculnya media online musiman.

Seperti misal yang disampaikan oleh I Made Sunarsa dari KPID mengakui menjamurnya media online, menyikapi hal ini peran siaran televisi dan radio berperan strategis sebagai penyimbang seandainya pemberitaan melalui media on line menimbulkan keresahan publik.

Luh Raniti pada prinsipnya ditengah maraknya media online pihaknya meminta kepada wartawan agar bekerja profesional dan tidak membuat berita sesuai dengan realita.

“Saat diwawancarai wartawan, saya lebih suka memberi pendapat secara tertulis melalui whatsapp, walau demikian sering juga komentar saya ditambah-tambahi sehingga terkesan saya berpihak, padahal saya sebagai pengamat politik tidak boleh berpihak, artinya wartawan tidak profesional, terangnya.

Ketua Komisi Informasi Bali, Agus Astapa ditengah maraknya kemunculan media online, pihaknya lebih menekankan akan aturan main yang harus diikuti.

Ada tiga Undang-Undang yang perlu diperhatikan oleh Media Online yakni UU ITE, UU Pers dan UU Keterbukaan Informasi Publik.

Jika rambu -rambu ini tidak dilabrak tak bisa dipungkiri akan ada tuntutan secara pidana.

Disisi lain Ketua IWO Bali Nyoman Sutiawan mengatakan kalau menjamurnya media online menjelang hajatan Pilkada 2018 merupakan hal yang wajar, namun bagi yang membuat media musiman akan tenggelam seiiring dengan waktu.

Tinggalkan Komentar...