Mata air Pangkung yang merupakan areal mata air Bendul tertimbun samah plastik
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com – Mekedas-kedas (bersih-bersih) adalah upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungan dari segala yang kotoran utamanya sampah, hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman. Mekedas-kedas diambil sebagai salah satu langkah mengajak para generasi muda untuk mencintai sekaligus melestarikan lingkungan mulai dari desa utamanya masalah sampah yang sampai saat belum ada habisnya.

” Momentum ulang tahun ke-2 balipuspanews dan hari Pahlawan berinisiatif memerangi sampah mulai dari tingkat desa atau dari hulunya Bali yang menjadi penyangga Pura terbesar di Bali yakni Pura Besakih,” kata Ni Putu Wirah Sundyca Christina, Ketua Panitia “Mekedas-Kedas, Dari Lingkunganku Memulai”
Bali Puspa News,2018

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu (11/11/2018) yang mengambil tempat di areal Mata Air Bendul, Desa Pesaban, Rendang, Karangasem ini ini mendapatkan responsif dari berbagai kalanganan utamanya Gubernur Bali, I Wayan Koster, Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri serta berbagai kalangan lainnya.

Jelas, Wirah begitu gadis ini disapa akrab mekedas-kedas (bersih-bersih) adalah upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungan dari segala yang kotoran utamanya sampah, hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman. Mekedas-kedas diambil sebagai salah satu langkah mengajak para generasi muda untuk mencintai sekaligus melestarikan lingkungan mulai dari desa utamanya masalah sampah yang sampai saat belum ada habisnya.

Berawal dari rasa kepedulian terhadap masalah sampah di Bali maka balipuspanews sebagai media online memiliki kewajiban untuk memerangi masalah sampah yang sampai saat ini masih menjadi momok di Pulau yang sudah terkenal dimanca dunia.

Selama ini para generasi muda di desa merupakan generasi penerus untuk menjaga kebersihan di Pulau Bali untuk itu sangatlah penting para generasi muda tersebut diberikan edukasi soal penanganan masalah sampah di jaman now.

Gerakan kepedulian balipuspanews ini sebagai perangsang agar para generasi muda tidak gengsi untuk memungut sampah di lingkungan sekitarnya.

“Maka dari itu acara ini mengambil tema “Mekedas-kedas”, Dari Lingkunganku Memulai yang artinya kebersihan lingkungan itu mesti ditumbuhkan mulai lingkungan desa,” ucapnya.


Dengan dibekalinya para generasi muda dengan edukasi masalah sampah minimal nantinya mereka juga ikut menjaga kebersihan lingkungannya dimanapun kelak mereka berada.

“Kami berharap acara ini bisa dilanjutkan di desa-desa yang lain sehingga terwujud kepedulian sampah dari tingkat desa. acara yang kami buat ini diharapkan mampu meningkatkan rasa peduli terhadap sampah agar terciptanya lingkungan, sehat dan bersih. Terima kasih atas sponsor yang telah ikut peduli dengan gerakan ini,” ujarnya. (artayasa/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...